Breaking News

Menhan Tiongkok Tuding AS Tukang Bully Negara-Negara Asia-Pasifik

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin saat bertemu dengan Menteri Pertahanan Tiongkok Wei Fenghe di Singapura. Foto: AFP

WELFARE.id-Menteri Pertahanan (Menhan) Tiongkok (China, Red)  Wei Fenghe menuduh Amerika Serikat (AS) sebagai tukang bully atau pengganggu dan pembajak negara-negara Asia-Pasifik.

Komentar pedas itu dilontarkan Menhan Wei Fenghe dalam pidato agresif tentang Tiongkok yang akan berjuang sampai akhir untuk menghentikan kemerdekaan Taiwan.

"Taiwan adalah Taiwan yang pertama dan terpenting bagi Tiongkok," kata Wei kepada dalam acara Shangri-La Dialogue di Singapura, Minggu (12/6/2022).

Dalam kesempatan tersebut, Wei juga memberikan peringatan keras bahwa Tiongkok tidak akan ragu-ragu menghancurkan setiap wilayah yang memiliki pemerintahan sendiri untuk melepaskan diri dari negaranya.

Pidato itu disampaikan Wei Fenghe beberapa minggu setelah Presiden AS Joe Bidan mengatakan pihaknya akan merespons secara militer jika Tiongkok menyerang Taiwan.

Wei juga memanggil Menhan AS Lloyd Austin yang sehari sebelumnya mengatakan Tiongkok terlibat dalam tindakan pemaksaan, agresif, dan berbahaya yang bisa mengancam, merusak keamanan, stabilitas, dan kemakmuran di Indo-Pasifik.

Austin pun menuturkan tentang pembangunan koalisi AS di kawasan itu dan latihan militer gabungan dengan Jepang, Australia, India, dan Indonesia. Namun Wei menilai langkah-langkah itu sebagai politik kekuatan yang ditolak oleh Tiongkok.

"Tidak seorang pun dan tidak ada negara yang boleh memaksakan kehendaknya pada orang lain, atau melakukan bully orang lain dengan kedok multilateralisme," cetus Wei juga.

Menlu Wei juga mengomentari pernyataan Menlu Austin tentang strategi Indo-Pasifik AS. ”Bagi kami, strategi tersebut adalah upaya untuk membangun kelompok kecil yang eksklusif atas nama Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, untuk membajak negara-negara di kawasan kami dan menargetkan satu negara tertentu. Ini adalah strategi untuk menciptakan konflik," cetus Wei lagi. 

Menhan Wei juga menegaskan jalan yang diambil AS di kawasan itu adalah jalan yang tidak akan pernah dilakukan negaranya. "Tatanan peradaban manusia harus didasarkan pada aturan hukum. Jika tidak, hukum rimba akan berlaku," papar Wei lagi.

Wei juga menegaskan negaranya tidak akan pernah mencari hegemoni atau terlibat dalam ekspansi militer atau perlombaan senjata. ”Kami tidak tidak melakukan bully terhadap pihak lain, tetapi kami tidak akan membiarkan orang lain mem-bully kami," lanjutnya. 

Untuk diketahui, Wei memimpin Kementerian Pertahanan Nasional Tiongkok, tetapi bukan pejabat tinggi militer di Komisi Militer Pusat Partai Komunis Tiongkok, yang mengendalikan angkatan bersenjata Tiongkok di bawah Presiden Xi Jinping. (tim redaksi)


#militer
#amerikaserikat
#tiongkok
#menteripertahanan
#lloydaustin
#weifenghe
#shangri-ladialogue
#singapura

Tidak ada komentar