Breaking News

Mengenal Skinny Fat dan Apa Bahayanya?

Ilustrasi. Foto : net

WELFARE.id-Banyak yang mengira memiliki tubuh kurus diartikan terbebas dari risiko penyakit, sementara gemuk dianggap berisiko terhadap penyakit. Faktanya, ada kurus yang disebut dengan skinny fat. 

Skinny Fat adalah kondisi di mana tubuh memiliki berat badan normal, cenderung kurus tetapi saat diperiksa memiliki tingkat lemak dan peradangan tubuh yang tinggi. Persentase lemak tubuh yang tinggi namun jumlah otot yang rendah. 

Sehingga, seseorang bisa saja memiliki Indeks Masa Tubuh (BMI) normal namun ternyata Ia mengalami masalah kolesterol tinggi. "Artinya, jenis obesitas ini memperlihatkan bahwa Anda kurus dan gemuk pada waktu yang bersamaan. Orang yang termasuk skinny fat umumnya mempunyai indeks massa tubuh yang normal, yaitu berkisar antara 18 – 25 kilogram/meter persegi," jelas dr. Patricia Lukas Goentoro, dikutip dari hellosehat, Jumat (10/6/2022). 

Seseorang yang mengalami skinny fat biasanya memiliki sejumlah besar lemak visceral dan mungkin tak memiliki banyak massa otot. Lemak visceral yakni lemak yang ada di sekitar area perut. 

Mereka yang mengalami skinny fat memiliki masalah kesehatan berupa metabolisme yang buruk yang berdampak pada berbagai risiko penyakit lain yakni: 

• Risiko diabetes tipe 2 

• Penyakit jantung 

• Tekanan darah tinggi 

• kolesterol abnormal (LDL tinggi, HDL rendah) 

• Sindrom metabolik 

Penyebab skinny fat 

Beberapa orang secara genetik mungkin memiliki kecenderungan untuk memiliki presentase lemak lebih tinggi dan otot lebih sedikit. 

Lemak pada bagian perut merupakan salah satu penyebab mengapa seseorang yang tampak kurus bisa berisiko terhadap obesitas. Pasalnya, lemak perut termasuk lemak viseral yang tersembunyi di antara organ tubuh. 

Tubuh manusia umumnya menyimpan dua jenis lemak, yaitu subkutan (di bawah kulit) dan lemak viseral. Lemak subkutan membuat Anda tampak gemuk, sementara lemak viseral merupakan jenis lemak yang tersimpan di sela-sela organ tubuh. 

Mengingat letaknya yang tersembunyi, jenis lemak ini sulit dideteksi. Alhasil, orang yang memiliki lemak viseral yang tinggi mungkin tidak menyadari bahwa mereka sebenarnya gemuk. 

Di bawah ini sejumlah hal yang dapat membuat kamu menjadi skinny fat akibat penumpukan lemak viseral. 

1. Pola makan tidak sehat 

Sama seperti penyebab kegemukan pada umumnya, penumpukan lemak viseral dapat terjadi akibat pola makan yang tidak sehat. Anda mungkin merasa porsi makanan yang dikonsumsi tidak besar. Namun, apa yang Anda makan justru berpengaruh banyak. 

Sebagai contoh, penggemar minuman bersoda memiliki risiko lebih besar mengalami peningkatan jumlah lemak viseral. Pasalnya, soda mengandung pemanis buatan yang merupakan senyawa kimia asing bagi tubuh. 

Semakin banyak Anda mengonsumsi pemanis buatan, laju metabolisme akan terganggu. Hal ini juga berlaku untuk minuman dan makanan manis lainnya yang bisa membuat Anda tampak kurus, tetapi sebenarnya gemuk, alias skinny fat. 

2. Jenis olahraga yang salah 

Selain pola makan, penyebab skinny fat lainnya yaitu melakukan jenis olahraga yang salah. Rutin berolahraga memang baik untuk menurunkan berat badan dan mencegah terjadinya obesitas. 

Sayangnya, salah pilih jenis olahraga justru menghambat pembakaran lemak perut. Oleh sebab itu, kombinasi olahraga kardio dan angkat beban merupakan jenis olahraga yang tepat untuk membentuk otot. 

Hal ini dikarenakan normal weight obesity disebabkan oleh terlalu banyak lemak dengan jumlah otot yang sedikit. Maka itu, semakin banyak otot yang terbentuk, semakin mudah tubuh membakar kalori, termasuk lemak viseral 

3. Sering mencoba diet menurunkan berat badan 

Berkat kemajuan teknologi saat ini, ada banyak jenis diet khusus menurunkan berat badan yang bisa Anda pilih. Namun, tidak semua diet tersebut harus Anda coba. 

Alih-alih mendapatkan tubuh yang ideal, Anda justru berisiko mengalami skinny fat, terlebih ketika tidak dibarengi dengan olahraga. 

Pada saat menjalani diet, tubuh akan kehilangan lemak mulai dari bagian atas hingga ke bagian bawah tubuh. Sayangnya, lemak perut merupakan jenis lemak yang terakhir terbakar ketika berdiet. 

Terlalu sering berdiet justru dicurigai dapat memengaruhi cara tubuh menyimpan lemak dan lemak viseral. Bila Anda ingin memulai diet sehat, silakan diskusikan dengan ahli diet. 

Cara mengatasi skinny fat 

Apabila Anda mengalami skinny fat, maka Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk melakukan sejumlah pemeriksaan. 

Pemeriksaan tersebut seperti mengukur kadar kolesterol dan juga gula darah guna menentukan apakah Anda berisiko. 

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi skinny fat di antaranya adalah melakukan olahraga. 

Olahraga yang bisa dilakukan seperti yoga, angkat beban atau push-up. 

Selain itu, minimalkan makan makanan olahan dan perbanyak makanan utuh juga membantu. 

Tingkatkan konsumsi makan makanan kaya serat seperti sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian dan juga buah untuk membantu meningkatkan metabolisme. 

Melakukan latihan aerobik selama 30 hingga 40 menit juga efektif untuk mengurangi lemak visceral dan meningkatkan kesehatan metabolisme. (tim redaksi) 

#kesehatan
#healthy
#skinnyfat
#penyakitpadaorangkurus
#caramengatasiskinnyfat
#lemakviseral

Tidak ada komentar