Breaking News

Mau Liat Supermoon Lebih Jelas? Planetarium buka Lapak di Ancol Nih

Ilustrasi. Foto : space.com

WELFARE.id- Planetarium dan Observatorium Jakarta membuka kegiatan peneropongan supermoon untuk masyarakat umum. Acara ini diberi nama ‘Piknik Malam Bersama Supermoon’ yang diadakan di Dome Symphony of The Sea, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, pada hari Selasa, 14 Juni 2022, pukul 19.00-21.00 WIB.  

Acara tidak hanya melakukan peneropongan, ada juga diskusi bersama yang membahas topik "Sang Rembulan" dengan narasumber Widya Sawitar, Astronom Planetarium dan Observatorium Jakarta dan Himpunan Astronomi Indonesia. "Ada tenda, 200 orang juga tertampung,” ujar Widya, Minggu (12/6/2022). 

Dia menerangkan, ini bukanlah pertama kali pihaknya melaksanakan peneropongan untuk umum. Sebelumnya, juga pernah dilakukan di tempat yang sama. "Kegiatan ini terbuka untuk umum, segala usia dan tanpa pendaftaran. Calon pengunjung diharapkan untuk membawa alas duduk masing-masing. 

Dari foto lokasi, terlihat calon pengunjung nanti akan duduk di atas pasir jika tidak membawa alas. Untuk tiket masuk kawasan Ancol dapat dibeli secara daring pada situs resmi Ancol. Panitia juga menjanjikan cendera mata berupa peta langit dan stiker selama persediaan masih ada," terangnya. 

Apakah Itu Supermoon? 

Menurut Widya, jika Bulan sedang memasuki fase purnama (Full Moon) atau fase Bulan baru (New Moon) dan berada di sekitar jarak terdekatnya dengan Bumi, maka dikenal dengan istilah Supermoon. Sebaliknya jika Bulan purnama (Full Moon) atau fase Bulan baru (New Moon) terjadi di sekitar jarak terjauhnya dengan Bumi, maka disebut Micromoon. 

Piringan Bulan saat Supermoon akan terlihat sekitar 14 persen lebih besar dibandingkan saat Micromoon. "Pada fenomena Supermoon kali ini, bagi pengamat di Jakarta, Bulan akan terbit pada hari Selasa tanggal 14 Juni 2022 pukul 17:38 WIB dan memasuki puncak fase purnama pada pukul 18:51 WIB," tukasnya. 

Inilah hal yang akan diamati, apabila Bulan purnama pada posisi terdekat yang biasa dikenal dengan istilah Supermoon, tentu piringan Bulan akan tampak lebih besar dan tentu cahayanya semakin cemerlang.  

Namun, di sisi lain  gaya pasang surutnya juga bertambah. Pada situasi ekstrem tentu yang berada dekat ekuator akan merasakan pasang dan surut laut yang juga ekstrem. Adanya pasang surut yang di Indonesia populer dengan istilah “rob“ dapat terasa di luar kewajaran yang acap kali menyebabkan banjir yang cukup tinggi.  

Selain istilah Supermoon, ada juga penamaan lain pada bulan purnama kali ini. Menurut Peneliti Pusat Riset Antariksa, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andi Pangerang, Purnama Stroberi Super (Full Strawberry Supermoon) merupakan purnama yang terjadi di bulan Juni.  

“Penamaan ini berasal dari The Farmer’s Almanac (Almanak Petani Amerika). Pada bulan Juni dilakukan panen stroberi. Jadi penamaan ini sebenarnya berasal dari penanda musim dan perilaku hewan yang timbul pada musim-musim tertentu bagi penduduk asli Amerika,” ujarnya. 

BMKG juga sudah mengeluarkan peringatan waspada banjir pesisir/rob untuk wilayah Indonesia yang berlangsung antara 11-23 Juni 2022. Tiap wilayah memiliki waktu rob yang berbeda dan Jakarta, hari ini, 12 Juni 2022, sudah memasuki waktu rob. (tim redaksi

#supermoon
#planetarium
#ancol
#lihatsupermoondiancol
#peneropongan
#fullstrawberrymoon

Tidak ada komentar