Breaking News

Malaysia Stop Ekspor Unggas, Restoran Nasi Ayam Hainan di Singapura Terancam Tutup

Nasi Ayam Hainan khas Singapura yang sangat disukai oleh warga Negeri Singa tersebut. Foto: net

WELFARE.id-Guna mencegah krisis pangan di negaranya, pemerintah Malaysia mulai membatasi ekspor ayam ke negara tetangganya, Singapura, Rabu (1/6/202). Akibatnya, Singapura terancam mengalami krisis nasi ayam imbas larangan tersebut. 

Pasalnya, Singapura mengimpor sekitar 3,6 juta ayam hidup dari Malaysia untuk keperluan domestik setiap bulan. Akibat larangan ekspor ayam ini, membuat 
penjual nasi ayam hainam, yang merupakan makanan favorit di Singapura terancam kekurangan stok.

Nasi ayam Hainan adalah hidangan yang disukai oleh 5,5 juta orang di Singapura. Biasanya, hidangan yang terbuat dari sepiring ayam rebus sederhana dan nasi putih yang dimasak dalam kaldu dan disajikan dengan sayuran hijau itu tersedia secara luas dengan harga S$4 (sekitar Rp 42 ribuan) di restoran.

Meski Pemerintah Singapura sudah memastikan bahwa pasokan ayam di negaranya saat ini mencukupi, tapi pedagang memprediksi harga unggas di Negeri Singa itu akan meroket tajam.

Kini, satu ayam dapat dibeli seharga US$3. Namun, dengan semakin berkurangnya ketersediaan ayam, harga dapat melonjak menjadi US$4 hingga US$5 per unggas.

"Pemasok sudah wanti-wanti mengenai kenaikan harga. Satu ayam sekarang sudah lebih mahal satu dolar, tapi dari mana saya bisa dapatkan untung lebih dari sana? Apakah pelanggan saya mau beli dengan harga segitu?" ungkap penjual ayam Mohammad Jalehar.

Bahkan, penjual ayam di Singapura menyebut pelanggan mencoba untuk mengatasi larangan ekspor tersebut dengan memborong ayam dalam jumlah besar. Hal ini malah membuat penjual semakin sulit mengisi kekosongan stok mereka.

Krisis nasi-ayam Hainan di Singapura merupakan kasus terbaru dalam sederet krisis pangan yang menerpa negara-negara di dunia.

Beberapa faktor penyebab krisis pangan adalah invasi Rusia terhadap Ukraina, permasalahan rantai suplai karena penguncian wilayah COVID-19, dan kondisi cuaca yang tidak mendukung membuat ketersediaan pangan dunia menipis dan harga melonjak.

Sejumlah negara termasuk Amerika Serikat (AS), Asia dan Afrika, melaporkan kekurangan kentang yang membuat restoran cepat saji kehabisan kentang goreng dan keripik. 

Sedangkan, di Malaysia, kenaikan biaya pakan membuat harga ayam melonjak dalam beberapa bulan terakhir hingga pengecer mulai membatasi penjualan.

Dengan Malaysia menyetop pengiriman ayam ke Singapura, negara itu sekarang bersiap-siap menghadapi kekurangan stok unggas yang bisa berlangsung selama berbulan-bulan. (tim redaksi)


#malaysia
#laranganeksporunggas
#singapura
#nasiayamhainan
#makanankhassingapura
#stokterbatas
#kenaikanbiayapakan

Tidak ada komentar