Breaking News

Listrik Terancam Padam, Negara Eropa Antre Borong Batu Bara RI

Proses pengangkutan batu bara. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Akibat perang Rusia dan Ukraina, banyak negara Eropa yang kembali ke batu bara untuk melistriki mereka. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat sedikitnya terdapat lima negara Eropa yang saat ini melirik untuk memborong batu bara asal Indonesia. 

Keempat negara tersebut diantaranya adalah Belanda, Jerman, Spanyol, Italia, dan Prancis. Prancis disebut akan kembali mempertimbangkan batu bara sebagai sumber energinya.

Negeri itu diketahui akan kembali mengoperasikan pembangkit listrik tenaga (PLTU) batu bara yang baru saja ditutup. Salah satunya di Saint-Avold di Prancis timur musim untuk musim dingin tahun ini, karena situasi Ukraina dan pengaruhnya ke pasar energi.

"Kami tetap membuka kemungkinan untuk dapat mengaktifkan kembali stasiun Saint-Avold selama beberapa jam lagi, jika kami membutuhkannya pada musim dingin mendatang," kata sebuah pernyataan kementerian, membenarkan sebuah laporan di radio RTL, melansir AFP, Rabu (29/6/2022).

Meski demikian, Prancis mengatakan akan memproduksi kurang dari 1% listriknya sejak melalui batu bara. Ditegaskan pula, tak ada batu bara Rusia yang dipakai.

"Komitmen Presiden Emmanuel Macron untuk akhirnya menutup semua pembangkit listrik tenaga batu bara Prancis tetap tidak berubah, kata pernyataan kementerian itu," tambah kementerian lagi. Saint-Avold baru ditutup pada 31 Maret. 

PLTU ini merupakan satu-satunya pembangkit listrik tenaga batu bara yang masih beroperasi di Prancis. Sebagian besar produksi listrik Prancis berasal dari tenaga nuklir, hingga 67% pada 2020. 

Pada tahun yang sama, batu bara hanya menyumbang 0,3%. Menanggapi antusiasme negara Eropa terhadap batu bara RI, Staf Khusus Menteri ESDM Irwandy Arif mengatakan, negara-negara Eropa tersebut sedang dalam tahap penjajakan awal untuk meminta batu bara Indonesia. 

Sehingga pihaknya belum mengetahui berapa kuota permintaan dari negara-negara Eropa tersebut. "Penjajakan lah masih awal. Kan Rusia baru nyetop (setop impor batu bara ke Eropa) Agustus. Itu masih baru penjajakan, ada Jerman, Spanyol, Italia dan Belanda," terang Irwandy kepada wartawan, dikutip Rabu (29/6/2022).

Dengan adanya permintaan batu bara dari negara-negara Eropa itu, ia juga belum mengetahui apakah Indonesia akan meningkatkan produksi batu bara, dari yang ditargetkan tahun ini mencapai 663 juta ton. "Ya enggak tahu (penambahan produksi) semula saja belum dicapai. Kalau misalnya hujan agak berhenti ya lumayan itu," imbuhnya.

Di samping itu, jika Indonesia ingin menjual batu bara ke Eropa, paling tidak kualitasnya harus memenuhi kebutuhan mereka. Pasalnya, Eropa pada umumnya menggunakan batu bara kualitas di atas 5.500 kalori/kg.

Dirjen Minerba Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin sebelumnya juga mengatakan, telah terdapat permintaan batu bara RI untuk Jerman dan India. Meski begitu, hingga sampai saat ini belum ada surat resmi dari kedua negara tersebut.

"Ini kan baru pembicaraan-pembicaraan. Belum resmi. Belum ada surat permintaan resmi," kata dia saat ditemui di Gedung DPR RI, Selasa (22/6/2022) lalu.

Dengan melihat kondisi itu, maka pemerintah belum berencana untuk melakukan peningkatan produksi. Bahkan, sejauh ini belum ada perusahaan batu bara yang mengajukan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Belanja (RKAB) untuk menggenjot produksi.

Sebagaimana diketahui, Presiden RI Joko Widodo sebelumnya juga mengaku telah ditelepon oleh lima Presiden dan Perdana Menteri (PM) negara lain. Telepon tersebut berurusan dengan permintaan batu bara dari Indonesia. 

Jika tidak dikirimi batu bara, maka listrik dan industri negara tersebut bakal padam. "Presiden Jokowi mohon kita dikirim batu baranya segera dengan cepat. Kalau tidak kita mati listrik, industri kita mati," terang Jokowi dalam acara Rakernas PDI Perjuangan di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (21/6/2022) lalu.

Dari banyaknya permintaan ekspor batu bara, Jokowi menyadari bahwa Indonesia memiliki kekuatan yang besar terhadap batu bara yang ada di dalam negeri. Tak hanya batu bara, Indonesia juga memiliki kekuatan yang besar dari produk Crude Palm Oil (CPO). (tim redaksi)

#batubara
#negaraeropa
#batubarauntuklistrik
#efekperangrusiaukraina
#kementerianesdm
#permintaanbatubarameningkat
#kualitasbatubara

Tidak ada komentar