Breaking News

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, Ini Saran Dokter Paru

Ilustrasi. Foto : net

WELFARE.id-Kualitas udara DKI Jakarta kembali mendapat predikat terburuk di dunia. Hal ini tentu saja mengancam kesehatan. Melihat itu, Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K) mengatakan, kualitas udara di Kota atau wilayah terjadi fluktuasi. Menurutnya, sumbangan polusi di DKI Jakarta dari transportasi dan disusul oleh industri di kawasan. 

"Sumbangan polutan dari transportasi menurut data adalah sumber yang terbanyak di DKI. Kemudian industri-industri daerah penyangga sekitar DKI," kata dikutip Minggu (26/6/2022). 

Sehubungan dengan itu, dia mengatakan, kadar polutan di Jakarta sudah melewati batas dari standar organisasi kesehatan dunia (WHO). Membutuhkan komitmen bersama, mulai dari masyarakat, pemerintah daerah, industri dan lainnya untuk mengatasinya. 

Menurutnya peran semua pihak, bisa mengubah kualitas udara di Jakarta. "Memang ada hari-hari dimana kadar polutan di Jakarta melebihi nilai ambang batas WHO. Parameternya jelas kok dari nilai PM 2,5  Butuh komitmen semua pihak termasuk pemda, masyarakat pengguna kendaraan, industri dll, supaya kualitas udara jakarta menjadi lebih baik," imbuhnya. 

Perlu diketahui, PM2.5 merupakan polutan udara dalam wujud partikel ukuran yang sangat kecil, yaitu tidak lebih dari 2,5 ┬Ám (mikrometer). Di mana PM2.5 dapat dengan mudah masuk ke dalam sistem pernapasan, dan menyebabkan gangguan infeksi saluran pernapasan dan gangguan pada paru-paru. 

Ia mengungkapkan ada upaya yang bisa dilakukan bagi masyarakat agar tetap sehat. Langkah pertama agar kualitas udara di Jakarta lebih baik, dikatakan perlu adanya kontribusi dari masyarakat juga. 

Seperti menggunakan transportasi umum yang ada di Jakarta, yaitu MRT, KRL, Transjakarta, dll. "Masyarakat berperan serta mengurangi polusi dengam menggunakan angkutan massal dalam aktivitasnya seperti MRT, busway dll," tukasnya. 

Dari sisi lainnya, berikut pesan sehat ala dokter Agus untuk masyarakat tetap sehat di tengah kualitas udara tidak bersahabat, antara lain; 

- Lakukan pantauan kualitas udara berkala. Kurangi aktivitas luar ruangan, bila kualitas udara buruk atau tidak sehat.
- Apabila terpaksa beraktivitas luar ruangan saat kualitas udara buruk, gunakan alat pelindung diri seperti masker terutama masker yang bisa memfiltrasi partikel halus (PM 2,5)
-Jaga daya tahan tubuh agar tetap FIT dengan istirahat cukup, makan bergizi, minum teratur, olah raga, hindari makanan/minuman tidak sehat seperti tidak merokok, tidak konsumsi alkohol, dll. (tim redaksi) 

#kesehatan
#polusiudara
#tipssehat
#kualitasudara
#pdpi
#dokterparu

Tidak ada komentar