Breaking News

Korut Dilanda Penyakit Usus Misterius, 1.600 Warga Diduga Terinfeksi

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengunjungi apotik mengecek persediaan obat. Foto: Istimewa/ KCNA via Reuters

WELFARE.id-Dilanda wabah penyakit usus misterius, sebanyak 1.600 warga Korea Utara (Korut) terinfeksi, sebagian mendapatkan perawatan kesehatan. Ini merupakan wabah penyakit terbesar yang melanda Pyongyang.

Melansir KCNA via Reuters, Sabtu (18/6/2022), Korut mengakui,  tekanan pada sistem perawatan kesehatan yang telah hancur akibat COVID-19 kembali bertambah. Pyongyang mengumumkan kasus virus corona pertamanya bulan lalu dan mengaktifkan "sistem pencegahan epidemi darurat maksimum".

Virus misterius tersebut telah  mengoyak populasi 25 juta yang tidak divaksinasi. Lebih dari 4,5 juta kasus "demam" dan 73 kematian hingga saat ini.

Pekan ini, KCNA mengumumkan "epidemi enterik akut" baru di provinsi Hwanghae Selatan. Pemimpin Korut Kim Jong Un mendesak para pejabat untuk "mengatasi epidemi secepat mungkin". 

Sebagai tanda keseriusan situasi, Kim Yo Jong, saudara perempuan Kim Jong Un yang berpengaruh, adalah salah satu dari sekelompok pejabat senior yang dilaporkan secara pribadi menyumbangkan obat-obatan untuk mencoba dan membantu. "Obat itu akan dikirim ke lebih dari 800 keluarga yang menderita epidemi akut yang terjadi di beberapa daerah di Provinsi Hwanghae Selatan," sebut laporan KCNA. 

Angka tersebut menunjukkan setidaknya 1.600 orang telah terinfeksi penyakit enterik. Laporan tersebut telah memicu spekulasi bahwa penyakit yang tidak ditentukan, mungkin kolera atau tipus.

Jika dikonfirmasi, wabah itu dapat memperburuk kekurangan pangan kronis negara itu, karena provinsi Hwanghae Selatan adalah salah satu daerah pertanian utama di Utara. Para ahli telah memperingatkan keadaan darurat kesehatan masyarakat utama di Utara, yang memiliki salah satu sistem perawatan medis terburuk di dunia, jika COVID-19 menyebar. 

Negara miskin itu memiliki rumah sakit yang tidak lengkap, beberapa unit perawatan intensif, dan tidak ada obat perawatan Covid atau kemampuan pengujian massal. "Dengan infrastruktur medis Korea Utara yang sudah ketinggalan zaman, penyakit usus akut dapat muncul kapan saja," kata seorang pejabat dari kementerian unifikasi Seoul, menurut kantor berita Yonhap.

Sementara itu, Seoul mengaku bersedia membantu Korut dalam menangani wabah baru jika Pyongyang mau menerimanya. Sebelumnya, Korea Selatan sudah menawarkan untuk mengirim vaksin dan bantuan medis lainnya ke Korut untuk membantunya menangani wabah virus corona. 

Namun, Pyongyang belum secara resmi menanggapi tawaran tersebut.

KCNA pada Jumat (17/6/2022) melaporkan tambahan 23.160 orang dengan gejala demam, sehingga jumlah total orang sakit di negara itu sejak akhir April menjadi di atas 4,58 juta. Sementara, jumlah korban meninggal terkait wabah COVID di Korut mencapai 73 orang.

Negara itu mengatakan bahwa lebih dari 99 persen pasien demam telah pulih dan bahwa gelombang COVID telah menunjukkan tanda-tanda mereda. Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meragukan klaim Pyongyang yang disampaikan pada awal Juni itu. WHO mengatakan pihaknya yakin situasinya semakin buruk. (tim redaksi)

#koreautara
#wabahpenyakitususmisterius
#covid19
#who
#koreaselatan
#pyongyang
#seoul
#bantuanvaksin
#bantuanobatobatan

Tidak ada komentar