Breaking News

Kondisi Baru Ancaman Ekonomi Global, 10 Negara Ini Catat Inflasi Pangan Tertinggi

Ilustrasi. Foto : net

WELFARE.id-Hingga saat ini, kondisi global masih dalam fase pemulihan ekonomi dari imbas COVID-19. Bahkan di negara asal munculnya wabah, negara masih berjuang melawan wabah. Belum selesai dengan wabah, awal 2022 dunia kembali dikejutkan dengan invasi Rusia ke Ukraina. 

Peperangan yang tak kunjung usai menjadi permasalahan fokus baru dunia yang menimbulkan banyak risiko baik dalam hal keamanan manusiawi secara nyata maupun tidak. 

Pandemi dan perang Rusia-Ukraina hanyalah dua masalah besar yang dialami pemerintahan global saat ini. Belum lagi perang-perang kecil di perbatasan, invasi Israel di Palestina, wabah-wabah baru yang berpotensi mengancam kehidupan manusia, masalah iklim dan energi. 

Mengapa wabah dan perang antara Rusia-Ukraina dihitung sebagai masalah dan tantangan besar saat ini adalah karena mengancam aliran distribusi barang-barang logistik dan energi. 

Keterlibatan power-power besar akan menjadi magnet untuk negara-negara lainnya, dan dampaknya juga akan dirasakan oleh banyak negara dan juga aktor-aktor negara yang terlibat. 

Adapun dampak yang paling besar secara global saat ini wabah dan perang telah mengancam kestabilan ekonomi global. Setidaknya, ada sekitar 10 negara di dunia yang telah mengalami inflasi dan terancam resesi pada kuartal kedua 2022 ini. 

Berikut negara-negara yang mengalami inflasi pangan terbesar : 

1. Lebanon tercatat sebagai negara dengan inflasi harga pangan tertinggi di dunia, yakni mencapai 374 persen pada April 2022 dibanding tahun sebelumnya (year on year/yoy). 

2. Venezuela dengan inflasi harga pangan sebesar 193 persen (yoy). 

3. Zimbabwe mengalami inflasi makanan sebesar 155 persen (yoy) pada Mei 2022. 

4. Turki juga mengalami tekanan inflasi harga pangan sebesar 91,6 persen (yoy) akibat terganggunya pasokan komoditas makanan dari Ukraina dan Rusia. 

5. Argentina, yaitu sebesar 62,1 persen (yoy). 

6. Suriname dengan inflasi harga pangan mencapai 60,9 persen (yoy). 

7. Sri Lanka yang mengalami inflasi harga pangan sebesar 57,4 persen (yoy) 

8. Iran sebesar 49,56 persen (yoy) 

9  Ethopia sebesar 42,9 persen (yoy) 

10. Angola sebesar 3,4 persen (yoy) pada April 2022
 
Indeks harga pangan dunia Food and Agriculture Organization (FAO) juga mengalami kenaikan sebesar 22,82 persen (yoy) pada Mei 2022. Minyak nabati dan serealia menjadi komoditas dengan kenaikan harga tertinggi masing-masing sebesar 31,12 persen (yoy) dan 29,7 persen (yoy). (tim redaksi

#inflasi
#inflasipangan
#resesiglobal
#ekonomi
#krisispangan

Tidak ada komentar