Breaking News

Kompak, IHSG dan Rupiah Diprediksi Melemah Hari Ini, Emas Ikut Ambruk

Ilustrasi. Foto : shutterstock

WELFARE.id-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan tertekan pada perdagangan hari ini, Selasa (7/6/2022). Analis memprediksi, indeks bergerak di level 7.002-7.191. 

CEO PT Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, pola gerak IHSG masih terlihat bersifat konsolidatif. Selain itu, ada potensi tekanan hingga beberapa waktu mendatang. 

"Namun, pergerakan IHSG saat ini masih terdorong oleh kondisi perekonomian yang relatif stabil. Selain itu, pembagian dividen masih berlanjut," ujarnya. 

IHSG juga terbantu oleh laporan kinerja emiten dalam waktu dekat. Kinerja yang diperkirakan cukup stabil dengan kecenderungan membaik juga turut menopang pola gerak IHSG," tambahnya. 

William merekomendasikan investor untuk memantau saham PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG). 

Sedangkan Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova mengatakan, IHSG berpeluang mengalami rebound minor karena masih ditutup di atas Fibonacci Retracement 38,2 persen. 

"IHSG sedang membentuk struktur koreksi wave b. Pada skenario bullish, target terdekat indeks di level 6.957 berdasarkan analisis Fibonacci Retracement dan garis Moving Average," terangnya. 

Titik resistance IHSG hari ini diperkirakan ada di posisi 7.150, 7.232 dan 7.300. Sedangkan titik support ada di level 7.050, 6.957 dan 6.872. 

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali tumbuh karena peningkatan pembelian. 

Jika harga terus melemah, harga akan terus menurun untuk menemukan titik support baru. 

Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju pertumbuhan harga tertahan. 

Ivan merekomendasikan beberapa saham untuk investor hari ini, sebagai berikut: 

• Hold atau take profit di level 7.600 pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). BBCA akan tetap berada pada momentum bullish selama harga tidak jatuh di bawah level 7.425. 

• Hold atau trading buy di rentang harga 8.550 - 8.650 pada saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) 

• Hold atau trading buy pada saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) di rentang harga 5.150 - 5.250. CPIN masih berpeluang menguat dan melanjutkan pembentukan struktur wave [iv] menuju resisten berikutnya di level 5.650, apabila harga ditutup di atas level 5.075 pada chart harian. 

• Hold atau trading buy juga disarankan pada saham PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) di rentang harga 8.000 - 8.075. INKP diperkirakan melanjutkan fase uptrend meskipun masih berada di bawah resistance 8.450. INKP akan tetap berada dalam momentum bullish selama harga tidak turun di bawah 7.750. 

• Buy on weakness di level 6.800-6. 950 pada saham PT Astra International Tbk (ASII) 

Setali tiga uang, nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini. Pelaku pasar masih mencermati rencana kenaikan suku bunga The Fed.   

Pada perdagangan Senin (6/6/2022), kurs rupiah spot melemah 0,09 persen ke Rp14.446 per dolar AS. Sementara di kurs referensi Jisdor Bank Indonesia, rupiah melemah 0,21 persen ke Rp14.462 per dolar AS. 

Analis DC Futures Lukman Leong mengatakan, pada perdagangan besok, rupiah diperkirakan akan melanjutkan penguatan karena ekspektasi kenaikan pada cadangan devisa. "Rupiah masih terus didukung oleh surplus perdagangan dengan tingginya harga komoditas seperti batubara, nikel, dan CPO," imbuhnya. 

Lukman menambahkan, dari faktor luar, dolar AS diperkirakan akan konsolidasi dengan pelaku pasar cenderung wait and see data inflasi AS hari Jumat. 

Sementara, Ekonom Bank Mandiri Reny Eka Putri pun memperkirakan pasar masih menunggu kebijakan suku bunga The Fed di tengah inflasi AS yang masih tinggi. 

Dia menambahkan, inflasi dalam negeri yang masih terkendali menjadi sentimen positif domestik bagi rupiah. "Capital inflow yang berlanjut turut menjaga stabilisasi nilai tukar rupiah," katanya. 

Lukman memperkirakan kurs rupiah akan bergerak di rentang Rp14.400-Rp 14.550 per dolar AS. Sedangkan Reny memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp14.410-Rp 14.486 per dolar AS.  

Kompak, harga emas hari ini merosot pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Ambruknya harga logam mulia itu memperpanjang kerugian untuk sesi kedua berturut-turut lantaran terseret USD yang menguat di tengah momentum kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. 

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, tergelincir USD 6,5 atau 0,35 persen, menjadi ditutup pada USD1.843,70 per ounce, setelah mencatat penurunan harian terbesar dalam waktu sekitar tiga minggu akhir pekan lalu. 

Harga emas berjangka merosot USD21,2 atau 1,13 persen menjadi USD1.850,20 pada Jumat (3/6/2022), setelah melonjak USD22,7 atau 1,23 persen menjadi USD1,871,40 dolar AS pada Kamis (2/6/2022). 

Indeks USD yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, menguat 0,29 persen menjadi 102.4370. Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS juga mengurangi daya tarik emas. 

Analis pasar berpendapat bahwa tingkat harga paling penting untuk emas minggu ini adalah resistensinya di USD1.900. 

Pada Jumat (3/6/2022), emas merosot tajam setelah data menunjukkan pengusaha AS mempekerjakan lebih banyak pekerja dari yang diperkirakan pada Mei dan mempertahankan laju kenaikan upah yang kuat. (tim redaksi) 

#ekonomi
#ihsg
#ihsghariini
#rupiah
#rupiahhariini
#emas
#hargaemas

Tidak ada komentar