Breaking News

Kereta VS Bus Travel, 5 Orang Tewas di Sergai

Proses evakuasi korban tabrak kereta di Sergai, Sumatera Utara. Foto : twitter

WELFARE.id-kecelakaan yang melibatkan kereta api kembali terjadi. Terbaru, tabrakan maut yang melibatkan kereta api dan bus travel terjadi di perlintasan kereta api di Desa Sei Buluh, Kecamatan Perbaungan, Serdang Bedagai (Sergai), Sumut. 

Lima orang tewas dan empat lainnya terluka akibat kecelakaan itu. Kanit Lantas Polres Sergai Ipda Ramadhan menjelaskan, korban meninggal dunia merupakan penumpang mobil travel jenis Toyota Hiace. "Telah terjadi kecelakaan lalu lintas kereta api dengan mobil mikrobus Toyota Hiace," katanya, Jumat (24/6/2022) 

Ramadhan mengatakan peristiwa itu terjadi pada Kamis (23/6/) pukul 17.35 WIB. Awalnya mobil penumpang yang dikemudikan Syafrifuddin, 49, warga Desa Aracondong, Stabat, Langkat, datang dari arah Pantai Kelang menuju Desa Sei Buluh. "Awalnya, mobil penumpang Toyota Hiace datang dari arah Pantai Kelang menuju arah jalan provinsi Desa Sei Buluh," terangnya. 

Tercatat ada 13 orang yang menumpang di bus travel jenis Toyota Hiace itu. Mereka semua kemungkinan besar baru saja pulang dari lokasi wisata Pantai Kelang. 

Dia mengatakan kecelakaan maut itu terjadi diduga karena sopir bus travel tidak berhati-hati saat melintas di perlintasan kereta api tanpa palang pintu. Sopir tidak memperhatikan kereta api barang yang melaju dari arah Tebing Tinggi menuju Medan. 

Akibatnya, kereta api menabrak bagian samping kiri mobil penumpang. Mobil itu sempat terseret sebelum terlempar ke luar jalur kereta api. 

Akibat kejadian tersebut pengemudi mobil Toyota tersebut dan 4 orang penumpang meninggal dunia," sebut Ramadhan. 

Polisi dibantu warga kemudian mengevakuasi korban ke RS Trianda Perbaungan. Begitu juga dengan korban luka-luka, semuanya dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan. 

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Sumut, Kombes Indra Darmawan Iriyanto menerangkan, kecelakaan salah satunya disebabkan ileh minimnya rambu dan tak ada palang pintu. "Kalau menurut pantauan kami dari hasil olah TKP nampak memang perlintasan itu tidak ada palang pintunya, perambuan sangat terbatas dan pandangan masih cukup baik ya. Artinya tidak ada hambatan untuk melihat situasi kanan-kiri di tempat penyeberangan tersebut," katanya. 

Polisi menyebut segera berkoordinasi dengan PT KAI dan pemerintah guna membahas soal palang pintu kereta api. Apalagi, di wilayah kejadian termasuk padat kendaraan karena dekat dengan tempat wisata. Selain itu polisi juga segera memeriksa masinis kereta api tangki yang terlibat kecelakaan tersebut. (tim redaksi) 

#tabrakanmaut
#keretavsbustravel
#serdangbedagai
#sumatera
#sumaterautara
#keretaapi

Tidak ada komentar