Breaking News

Kemenkes Pastikan Kasus Cacar Monyet Belum Ditemukan di Tanah Air

Ilustrasi penyakit cacar monyet atau monkeypox. Foto: iStockphoto

WELFARE.id-Hingga saat ini, kasus cacar monyet atau monkeypox belum ditemukan di Tanah Air. Itu diungkapkan Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr. Mohammad Syahril.

Dia menegaskan dari 9 kasus dugaan cacar monyet di sejumlah daerah, tapi tidak ada satupun yang menunjukan positif monkeypox.

"Untuk saat ini kasus positif cacar monyet belum ada. Tapi ada beberapa kasus dugaan. Jadi ada 9 kasus yang dicurigai, tetapi semuanya bukan cacar monyet," terang Syahril dalam keterangan resminya, Sabtu (25/6/2022).

Syahril juga menuturkan saat ini ada dua laboratorium yang disiapkan oleh pemerintah untuk mendeteksi dini monkeypox. Pertama, di Laboratorium Pusat Studi Satwa Primata LPPM IPB Bogor, dan Laboratorium Penelitian Penyakit Infeksi Prof. Sri Oemiyati, BKPK, Jakarta.

Syahril juga menjelaskan, cacar monyet bisa menular dari hewan ke hewan dan dari hewan ke manusia. ”Kalau dari hewan ke manusia penularannya melalui kontak langsung antara hewan dan manusia,” katanya.

Penularan dari hewan ke manusia melalui cairan tubuh terutama bagian tubuh yang ada cacar seperti di sekitar muka atau tubuh hewan. Selain itu juga penularan ke manusia bisa melalui daging hewan tersebut yang tidak dimasak secara matang.

Sedangkan penularan dari manusia ke manusia bisa melalui udara, cairan tubuh atau cacar yang ada di muka, mulut, tangan maupun di badan. Kalau kontak langsung juga ada melalui saluran napas atau terjadi droplet.

”Ini juga bisa menjadi sumber penularan dan juga ada penularan dari ibu ke bayi melalui transmisi atau plasentanya,” ucap Syahril juga. 

Masa inkubasi cacar monyet yakni 5-13 hari atau 5 sampai 21 hari. Ada dua periode, pertama masa invasi, terjadi 0 sampai 5 hari terjadi demam tinggi, sakit kepala yang berat, dan ada benjolan atau pembesaran kelenjar limfa di leher, kemudian diketiak, atau selangkangan.

Kedua, masa erupsi, terjadi 1 sampai 3 hari pasca demam, terjadi ruam pada kulit, ruam pada wajah, telapak tangan, kaki, mukosa, alat kelamin, dan selaput lendir mata.

”Cacar monyet ini bisa sembuh sendiri setelah 2-4 minggu pasca masa inkubasinya selesai. Penyakit ini akan sembuh sendiri tidak terlalu berat. Dari negara-negara yang melaporkan kasus cacar monyet hanya sekitar 10 persen pasien dirawat di rumah sakit,” ucap Syahril lagi. 

Sampai saat ini belum ada kasus kematian yang disebabkan oleh cacar monyet di negara-negara yang sudah melaporkan. "Kita diimbau untuk tetap tenang dan tetap waspada karena ini juga sangat menular dan membuat tidak nyaman bagi kita semua,” tuturnya.

Tapi yang perlu diperhatikan, lanjut Syahril adalah adanya komplikasi akibat cacar monyet yakni infeksi sekunder, bronkopneumonia, maupun sepsis, ensefalitis, infeksi kornea sehingga menyebabkan kebutaan. (tim redaksi)


#kesehatan
#cacarmonyet
#monkeypox
#kementeriankesehatan
#kemenkes
#penularanmelaluihewan

Tidak ada komentar