Breaking News

Kecurangan SPBU Serang Terbongkar, Praktik Curang Untungkan Oknum Rp7 Miliar

Polisi membongkar mesin yang diduga menggunakan remote untuk mengurangi takaran BBM di SPBU Serang, Banten. Foto: Istimewa/ Humas Polda Banten

WELFARE.id-Sebuah SPBU di Serang, Banten, terbukti melakukan kecurangan mengurangi takaran BBM dengan menggunakan remote control. Selama praktik kecurangan berlangsung, SPBU itu ditaksir meraup untung hingga miliaran rupiah.

Subdit 1 Indag Ditreskrimsus Polda Banten, Kompol Condro Sasongko berhasil membongkar praktik kecurangan SPBU di Jalan Raya Jakarta, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Banten. Polisi berhasil menangkap dua orang pelaku.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap alat yang digunakan di SPBU itu, para pelaku diketahui telah memodifikasi mesin yang digunakan dengan menambahkan komponen elektronik dengan remote control. Lalu disambungkan dengan panel data yang dalam dispenser," bebernya.

Polisi juga menemukan alat yang disimpan di dispenser BBM, untuk mengontrol takaran pengisian bahan bakar minyak para pengguna motor maupun mobil. Polisi juga sempat menginterogasi pegawai lain, untuk mengetahui apakah ada kemungkinan pelaku lain.

Namun, dari pemeriksaan diketahui, semua pegawai mengaku tidak mengetahui meski kerap mendapatkan keluhan dari pelanggan. Polisi juga langsung menangkap dua pelaku berinisial FT (pemilik SPBU) dan BP (Manajer SPBU) tersebut. 

Dari hasil keterangan para pelaku, kecurangan itu dilakukan selama enam tahun. Dari pemeriksaan, polisi juga menemukan selisih antara 0,5 sampai 1 liter per 20 liter. 

Condro mengungkapkan, praktik curang sudah dilakukan sejak 2016 sampai dengan Juni 2022 dengan jumlah keuntungan Rp7 miliar. Polisi menyita barang bukti berupa dua unit remote control, empat alat relay, dokumen-dokumen laporan, empat unit ponsel, satu atm dan buku tabungan. 

Kedua pelaku tidak ditahan karena faktor usia dan kesehataan. Namun, keduanya akan dijerat Pasal 8 ayat 1 huruf c jo Pasal 62 ayat 1 UU Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan atau Pasal 27, Pasal 30 jo Pasal 32 ayat 1 dan 2 UU Nomor 2 tahun 1981 tentang Metrologi Legal Jo Pasal 55 ayat 1 dan Pasal 56 KUHP.

Pertamina bersuara

PT Pertamina (Persero) memberikan sanksi penutupan selama 6 bulan pada SPBU di Kabupaten Serang, Banten, tepatnya di Jalan Raya Serang-Jakarta KM 70, Lingkungan Gorda, Kecamatan Kibin. Sanksi diberikan karena SPBU tersebut diketahui mencurangi konsumen dengan mengurangi takaran.

Area Manager Communication, Relation & CSR Regional Jawa Bagian Barat Eko Kristiawan mengatakan, pada SPBU tersebut ditemukan adanya kegiatan penjualan bahan bakar minyak (BBM) dengan cara memodifikasi mesin dispenser menggunakan alat berupa remote control. Kegiatan penjualan BBM berjenis Pertalite, Pertamax, Pertamina Dex, Dexlite, dan Solar dilakukan oleh petugas SPBU dengan cara melakukan pengaturan pada mesin dispenser yang sudah dimodifikasi dengan menggunakan alat berupa remote control.

"Pertamina Patra Niaga Subholding Regional Jawa Bagian Barat memberikan sanksi penutupan SPBU selama 6 bulan terhadap SPBU 3442117 Gorda di Kibin, Kabupaten Serang yang melakukan kecurangan dengan memodifikasi mesin dispenser," ujar Area Manager Communication, Relation & CSR Regional Jawa Bagian Barat Eko Kristiawan dalam keterangannya, dikutip Jumat (24/6/2022).

Ia menyatakan, Pertamina tidak akan mentolerir jika ada oknum SPBU yang melakukan tindakan kecurangan, seperti mengatur takaran dengan alat modif remote control. Tindakan itu sangat merugikan masyarakat, sehingga Pertamina tidak segan-segan yakni berupa penutupan SPBU selama 6 bulan.

Di sisi lain, Eko mengapresiasi langkah Polda Banteng yang melakukan penindakan pada SPBU tersebut. Ia menyatakan, Pertamina Patra Niaga sebagai operator yang ditugaskan negara dalam mendistribusikan BBM mendukung sepenuhnya upaya kepolisian dalam mengawal dan mengawasi jalannya pendistribusian. (tim redaksi)

#kecuranganspbuserang
#remotecontrol
#mesindispenser
#pertamina
#sanksipenutupan
#kerugiankonsumen
#poldaserang

Tidak ada komentar