Breaking News

Kasus Dugaan Mafia Impor via Pelabuhan, Kejagung Periksa Dua Orang Saksi

Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Kasus dugaan korupsi penyalahgunaan fasilitas kawasan berikat dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) di Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Emas tahun 2015-2021 terus diusut Kejaksaan Agung (Kejagung). Kali ini tim penyidik Kejagung memeriksa dua orang saksi. 

Kapuspenkum Kejagung RI Ketut Sumedana merincikan, dua saksi yang diperiksa adalah, GHM selaku Direktur PT Bhineka Karya Manunggal dan MH selaku pihak swasta. "Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Penyalahgunaan Fasilitas Kawasan Berikat dan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) pada Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Emas Tahun 2015 sampai dengan Tahun 2021," kata Ketut melalui keterangan tertulisnya, dikutip Rabu (8/6/2022). 

Sebagai informasi, dalam kasus ini penyidik telah menetapkan tiga orang pegawai Bea dan Cukai sebagai tersangka. Tiga tersangka tersebut di antaranya IP selaku Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Semarang. Tersangka kedua H selaku Kepala Seksi Intelijen Kanwil Bea dan Cukai Jawa Tengah.

"Tersangka ketiga MRP selaku Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Semarang dan juga selaku Penyidik PPNS Bea Cukai," jelasnya. Ketiganya disangkakan dengan pasal berlapis, yaitu tersangka IP disangkakan Pasal 2 dan 3 Ayat (1) Jo. Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999. (tim redaksi)

#kasusdugaankorupsi
#kejagungri
#beadancukai
#kawasanberikat
#pelabuhantanjungpriok
#pelabuhantanjungemas
#kasusdugaanmafiaimpor

Tidak ada komentar