Breaking News

Kasus COVID-19 Kembali Meningkat, Menkes Prediksi Puncak Varian BA.4 dan BA.5 Pertengahan Juli

Ilustrasi. Foto : net

WELFARE.id-Kasus COVID-19 perlahan mulai merangkak naik. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali memperbarui data perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia. Dilaporkan hari ini, Senin (13/6/2022), kasus baru positif harian kembali bertambah 591, dan naik lagi dibandingkan Minggu (12/6/2022) kemarin sebanyak 551. Dengan penambahan hari ini, maka total kasus konfirmasi positif COVID-19 di Indonesia telah mencapai 6.-61.079. 

Selanjutnya untuk kasus aktif hari ini juga dilaporkan kembali naik 192, sehingga total kasus aktif menjadi 4.926. Kemarin, kasus aktif juga naik sebanyak 196. Kasus aktif adalah jumlah pasien positif COVID-19 yang masih menjalani perawatan di rumah sakit atau sedang isolasi mandiri. 

Sementara itu, angka positivity rate harian COVID-19 hari ini tercatat 1,33 persen, sedangkan kemarin 1,62 persen. Kemenkes melaporkan dalam 24 jam terakhir jumlah orang yang diperiksa sebanyak 44.567 orang dengan angka positivity rate 1,33 persen. Jumlah orang diperiksa hari ini menurun dibandingkan kemarin sebanyak 33.919 orang dan positivity rate 1,62 persen. 

Sementara itu, jumlah spesimen yang diperiksa dalam kurun waktu yang sama sebanyak 66.300 dengan positivity rate 1,77 persen. Sedangkan kemarin, jumlah spesimen diperiksa sebanyak 45.799 dengan positivity rate spesimen tercatat mencapai 2,39 persen. 

Selanjutnya untuk angka kesembuhan hari ini tercatat 390 orang, dan total pasien sembuh telah mencapai 5.899.501. Kemarin, jumlah pasien sembuh sebanyak 353. Sedangkan angka kematian hari ini dilaporkan sebanyak 9, dan total kasus kematian mencapai 156.652 orang. Sedangkan kemarin ada 2 orang meninggal dunia. 

Kemenkes mencatat hari ini ada 2.475 orang yang berstatus suspek. Jumlah ini juga menurun jika dibandingkan kemarin di mana ada 1.967 orang yang suspek. 

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memprediksi, puncak kasus virus corona subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 akan terjadi pada minggu kedua atau ketiga Juli. 

Dia mengatakan, biasanya gelombang varian baru virus akan mencapai puncak sekitar satu bulan sejak kasus pertama ditemukan. "Jadi seharusnya di minggu kedua Juli (atau) minggu ketiga Juli kita akan melihat puncak kasus dari BA.4 BA.5 ini," kata Budi usai rapat terbatas bersama presiden dan sejumlah menteri di Istana Negara, Jakarta, Senin (13/6/2022). 

Budi mengatakan, sejumlah negara di dunia saat ini tengah mengalami kenaikan kasus Covid-19 yang disebabkan oleh subvarian BA.4 dan BA.5 

Di Indonesia, sejauh ini terdapat 8 kasus subvarian baru tersebut. Dari jumlah itu, 3 di antaranya merupakan imported case atau kasus impor yang masing-masing berasal dari Mauritius, Amerika, dan Brazil. 

Ketiga WNA tersebut terdeteksi subvarian BA.4 dan BA.5 saat menghadiri acara Global Platform for Disaster Risk Reduction di Bali, 23-28 Mei 2022. 

Kemudian, 5 kasus lainnya merupakan transmisi lokal, 4 terdeteksi di Jakarta, dan satu lainnya di Bali. "Hasil pengamatan kami menunjukkan bahwa kasus konfirmasi memang terjadi di Jakarta, juga di daerah Jawa Barat, di Banten, dan di Bali. Tetapi kami akan terus memonitor kondisinya masih relatif baik dibandingkan dengan negara lain," tandasnya. 

Menurut hasil pengamatan, lanjutnya, puncak dari penularan BA.4 dan BA.5 sekitar sepertiga dari puncak Delta dan Omicron. Pasien BA.4 dan BA.5 yang dirawat di rumah sakit pun hanya sepertiga dari kasus Delta dan Omicron. Sedangkan kasus kematian subvarian BA.4 dan BA.5 sepersepuluh dari kasus kematian dua varian virus corona terdahulu itu. 

"Jadi walaupun memang BA.4 dan BA.5 ini menyebabkan kenaikan kasus di beberapa negara di dunia, tetapi puncak dari kenaikan kasusnya maupun hospitalisasinya maupun kematiannya jauh lebih rendah dibandingkan Omicron yang awal," tuturnya. 

Kendati demikian, Budi mewanti-wanti seluruh pihak tetap waspada. Ia mendorong masyarakat untuk segera mendapatkan vaksinasi booster atau dosis ketiga. Warga juga diimbau untuk tetap memakai masker jika berada di kerumunan atau ruangan tertutup. "Tidak ada ruginya kita bersikap hati-hati dan waspada," pungkasnya. (tim redaksi) 

#covid19
#omicronVarianBA4danBA5
#menkes
#kemenkes
#kesehatan

Tidak ada komentar