Breaking News

Kampanye Kebhinekaan, Cara Polri Cegah Politik Identitas dan Provokasi Jelang Pemilu 2024

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo. Foto: Istimewa

WELFARE.id-Jelang gelaran pesta demokrasi Pemilu 2024, Mabes Polri akan melakukan kampanye masif di internet tentang toleransi dan kebhinekaan untuk mencegah menyebarnya politik identitas dan provokasi yang merusak kerukunan.  

Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan Polri akan membentuk satuan tugas (satgas) bersama pemangku kepentingan terkait untuk bersama-sama mencegah politik identitas dengan menguatkan sosialisasi serta pendidikan kampanye politik.

”Polri dan stakeholders terkait bersama dengan KPU, Bawaslu, dan partai politik kontestasi pemilu bersama-sama menyiapkan satgas untuk memberikan sosialisasi, edukasi, literasi bermartabat, menjaga etika, toleransi, modernisasi beragama, dan menjaga persatuan,” kata Dedi, Kamis (16/6/2022).

Dedi juga menjelaskan agar Pemilu 2024 tidak mengalami polarisasi seperti Pilpres 2019 dan Pilkada DKI Jakarta 2020, maka masyarakat perlu mendapatkan sosialisasi dan edukasi yang masif tentang kampanye bermartabat, menjaga persatuan, dan kesatuan.

”Polri juga bakal melakukan sosialisasi dan edukasi dengan membuat forum diskusi terarah dengan melibatkan komponen masyarakat agar selalu menjaga persatuan dan kesatuan,” ujarnya juga.

Upaya sosialisasi dan pendidikan, papar jenderal bintang dua ini, tidak hanya di ranah diskusi tetapi juga di ranah dunia maya dengan membanjiri masyarakat kampanye modernisasi beragam, toleransi, dan menjaga kebinekaan.

”Bersama Kementerian Kominfo dan para penggiat media sosial untuk menyosialisasikan dan mengkampanyekan moderasi beragama, toleransi, dan menjaga kebinekaan,” papar Dedi juga.

Ia juga mengatakan Polri akan terus mengaktifkan patroli siber bersama untuk memberikan peringatan kepada orang-orang yang menyebarkan konten-konten provokatif dan lainnya.

”Penegakan hukum merupakan untimum remedium (langkah terakhir) agar kasus-kasus seperti hoaks, ujaran kebencian, dan lainnya tidak terjadi berulang dan masif,” kata Dedi lagi.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mendorong semua pihak untuk menyuarakan semangat persatuan dan kesatuan untuk menghindari terjadinya polarisasi pada pelaksanaan pesta demokrasi pada Pemilu 2024 mendatang. (tim redaksi)


#pemilu2024
#pestademokrasi
#politikidentitas
#kebhinekaan
#hoaks
#duniamaya
#mabespolri
#kadivhumas
#irjenpoldediprasetyo

Tidak ada komentar