Breaking News

Jerman Butuh Pasokan 5-6 Juta Ton , Pengusaha Batu Bara RI Diminta Siap-Siap Kebanjiran Order

Batu bara. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Jerman dikabarkan berniat memenuhi pasokan batu bara dari pasar Indonesia. Tidak main-main, Jerman membutuhkan batu bara setidaknya 5-6 juta ton.

Sejak negara Barat menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Rusia, Jerman sepertinya kesulitan mendapatkan pasokan batu bara. 

Direktur Pembinaan Pengusahaan Batu Bara Kementerian ESDM Lana Saria menyebut, saat ini pihaknya tengah mengumpulkan perusahaan dengan kualitas batu bara yang dibutuhkan Jerman. 

"Baru sebatas permintaan. Pengiriman belum dilakukan," ulasnya, dikutip Senin (20/6/2022).

Jerman berharap, kebutuhan 50% yang semula dari Rusia, bisa dipenuhi dari Indonesia. "Namun, setelah dilanjutkan pembicaraan lebih detail, paling banyak diharapkan 5-6 juta ton dapat diperoleh dari Indonesia," imbuhnya.

Pemerintah Indonesia dan Jerman masih akan melanjutkan koordinasi terkait pengiriman batu bara ini. Sebelumnya, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin mengatakan, memang betul ada permintaan batu bara dari Jerman. 

Hal itu diketahui seusai Menteri ESDM Arifin Tasrif melakukan lawatannya ke negara tersebut. "Pak Menteri kan yang ke sana, kemarin dua minggu lalu. Yang saya dengar, belum terkonfirmasi langsung, 150 juta ton, itu Jerman yang bilang segitu," kata Ridwan saat ditemui di Gedung Kementerian Dalam Negeri, Kamis (16/6/2022) lalu.

Ridwan sendiri optimistis RI dapat memenuhi permintaan pasokan, mengingat sumber batu bara yang berasal dari perusahaan-perusahaan di Indonesia masih cukup besar. "Termasuk PTBA (PT Bukit Asam Tbk.) dan lain-lain masih cukup kita," imbuhnya.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia membenarkan bahwa sudah ada beberapa permintaan ekspor ke Eropa. Bahkan, sudah ada kegiatan ekspor batu bara yang dilakukan.

Namun, Hendra tidak mengetahui secara pasti berapa banyak ekspor batu bara ke Eropa tersebut. "Progresnya bagus. Dengar-dengar sudah ada ekspor ke beberapa negara Eropa. Kemarin sore dengan buyer dari Polandia, infonya sudah ada ekspor yang jalan," kata Hendra, melansir cnbcindonesia, Senin (20/6/2022).

APBI, kata Hendra akan terus meladeni permintaan beberapa potensial buyer dari Polandia dan Jerman yang difasilitasi oleh KBRI setempat. "Selain itu kedubes Polandia juga aktif memfasilitasi perusahaan dari Polandia yang berkunjung ke Jakarta," ungkap Hendra.

Tercatat, pada penghujung Mei 2022 lalu, pihak Jerman mengungkapkan keinginannya untuk kerja sama suplai batu bara dari Indonesia pada pertemuan antara Menteri ESDM dengan CEO Asosiasi Perusahaan Batubara di Jerman (VDKI) dan juga CEO HMS Bergbau AG, Lars Schernkau di Berlin. 

"Pada pertemuan tersebut disampaikan bahwa 50% dari suplai batubara Jerman berasal dari Rusia, dan dengan perkembangan situasi saat ini Jerman ingin mengembangkan kerja sama suplai batu bara dari Indonesia," kata Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi dalam keterangan resmi, Mei lalu.

Menteri ESDM juga meminta kiranya VDKI juga bisa berkoordinasi dengan asosiasi perusahaan serupa di kawasan Eropa, termasuk memastikan ketersediaan fasilitas pelabuhan, serta terms and conditions untuk kontrak tersebut. (tim redaksi)

#batubara
#permintaanbatubaradarijerman
#menteriesdm
#apbi
#eksporbatubara
#peluangekspor

Tidak ada komentar