Breaking News

Jelang PPDB SD dan SMP, Warga Yogya Diminta tak Khawatir tentang Daya Tampung Sekolah

Proses PPDB yang dilakukan di salah satu SMP negeri di Yogyakarta tahun lalu. Foto: net

WELFARE.id-Tahun ajaran baru sekolah segera tiba. Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2022 di Kota Yogyakarta dalam waktu dekat akan dibuka. 

Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta menyebut tahapan pendaftaran PPDB untuk jenjang SD negeri dan SMP negeri di Yogyakarta dimulai 10 hingga 23 Juni 2022.

Karena itu, masyarakat pun diminta untuk tidak khawatir terkait dengan daya tampung sekolah untuk anak-anaknya yang masuk jenjang SD dan SMP negeri. 

Kepala Disdikpora Kota Yogyakarta Budi Santosa Asrori mengatakan, daya tampung sekolah terutama untuk jenjang SMP/MTS mencukupi untuk seluruh lulusan SD yang ada di Kota Yogyakarta.

Budi menyebut, daya tampung SMP negeri di Kota Yogyakarta sebanyak 3.466 peserta didik. Sedangkan, lulusan SD di Kota Yogyakarta tahun ini mencapai 6.998 peserta didik.

"Namun, masyarakat tidak perlu khawatir tidak dapat sekolah karena total daya tampung SMP/MTs (negeri dan swasta) di Kota Yogyakarta mencapai sekitar 9.000," ujarnya belum lama ini.

Untuk diketahui, PPDB jenjang SMP negeri di kota gudeg itu terbagi dalam beberapa jalur. Mulai dari jalur zonasi mutu dengan kuota 44 persen, jalur zonasi wilayah 15 persen, jalur bibit unggul 10 persen dan prestasi luar kota 10 persen.

Selain itu, jalur afirmasi masyarakat ekonomi tidak mampu pemilik Kartu Menuju Sejahtera (KMS) dengan kuota 11 persen, jalur afirmasi disabilitas sebesar 5 persen dan jalur mutasi orangtua yang juga mencapai 5 persen. 

"Untuk zonasi wilayah 15 persen itu total se-Kota Yogyakarta," ujar Budi. Pihaknya juga berupaya untuk menambah kuota seperti di wilayah Yogyakarta bagian selatan. 

Dengan begitu, katanya lagi, kuota di Yogyakarta selatan lebih diperbanyak dibandingkan dengan di wilayah Yogyakarta bagian utara. "Mudah-mudah dengan metode seperti ini jarak paling jauh yang diterima antara Yogya utara dan selatan tidak terlalu jauh," papar Budi juga.

Penambahan kuota SD dan SMP/MTs negeri di Yogyakarta bagian selatan, lanjut Budi, dilakukan itu untuk merespon permasalahan akses PPDB zonasi wilayah. 

Hal ini mengingat sebaran sekolah yakni jumlah SMP negeri di Yogyakarta selatan lebih sedikit dibandingkan Yogyakarta bagian utara.

Budi juga menjelaskan, di Yogyakarta bagian utara terdapat sekitar 11 sekolah dan di Yogyakarta bagian selatan terdapat lima sekolah. 

Namun, pihaknya menegaskan secara prinsip tidak ada perbedaan antara Yogyakarta selatan dan utara karena calon peserta didik juga dapat mendaftar di Yogyakarta utara dengan jalur zonasi mutu.

"PPDB diharapkan sebagai salah satu strategi untuk menjaga kualitas pendidikan di Kota Yogyakarta. Kita memberikan akses kepada calon peserta didik yang tempat tinggal dekat sekolah,” lanjutnya juga. 

Tapi siswa yang mempunyai nilai bagus dan prestasi bagus juga dapat mengakses sekolah yang diinginkan dengan proses seleksi yang dilakukan secara transparan dan berkeadilan. (tim redaksi)


#tahunajaranbaru
#kotayogyakarta
#ppdb
#sdnegeri
#smpnegeri
#mtsnegeri
#kepaladisdikporayogyakarta
#budisantosa

Tidak ada komentar