Breaking News

Indonesia Masih Kekurangan Dokter Spesialis

Ilustrasi. Foto : net

WELFARE.id-Ketersediaan tenaga kesehatan spesialis di fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) di seluruh Indonesia, terutama untuk penyakit kronis masih sangat kurang karena tenaga kesehatan juga banyak yang terkonsentrasi di kota-kota besar. 

Menurut data yang disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, tercatat di Indonesia, hanya ada 150.000 dokter yang aktif. Jumlah dokter tersebut tidak sepadan dengan total penduduk Indonesia yaitu sebanyak 275 juta jiwa. 

"Meskipun tak harus ada 275.000 dokter, jumlah dokter harus sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh organisasi kesehatan dunia (WHO). Kemenkes menargetkan seluruh fasyankes di tingkat provinsi bisa memberikan layanan kesehatan jantung mulai tahun 2024. Tapi target ini dihadapkan pada waktu yang bertahun-tahun karena lamanya proses pendidikan dokter,," ujarnya dikutip Sabtu (4/6/2022). 

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), rasio dokter untuk warga negara Indonesia adalah satu dokter berbanding 1.000 pasien. Sementara di negara maju rasionya mencapai tiga hingga lima dokter berbanding 1.000 pasien. 

Sementara saat ini, jumlah dokter yang tersedia di Indonesia sekitar 270 ribu, sementara tenaga kesehatan yang memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) dan praktik sebanyak 140 ribu orang. Artinya, masih ada kekurangan tenaga kesehatan sebanyak 130 ribu orang. 

"Dokternya produksi setahun hanya 12 ribu, dibutuhkan setidaknya 10 tahun bahkan lebih untuk mengejar ketertinggalan jumlah dokter minimal sesuai standar WHO untuk melayani 270 juta masyarakat Indonesia," tambahnya. 

Sebagai salah satu strategi mempercepat pendayagunaan jumlah tenaga kesehatan, Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Kementerian Keuangan akan memberikan kesempatan bagi para dokter maupun dokter gigi yang ingin berkontribusi bagi pembangunan kesehatan di Tanah Air dengan membuka Program Bantuan Pendidikan (PBP). 

Sejalan dengan Surat Edaran Nomor HK. 02.02/I/1050/2022 tentang Rekrutmen Program Bantuan Pendidikan Dokter Spesialis-Dokter Gigi Spesialis Angkatan XXIX dan Dokter Subspesialis Angkatan XI Kemenkes RI Tahun 2022. 

Budi mengatakan bantuan pendidikan tersebut merupakan bagian dari implementasi transformasi sistem kesehatan pilar kelima yakni transformasi Sumber Daya Manusia Kesehatan. Harapannya, adanya bantuan pendidikan ini dapat mempercepat pemenuhan jumlah tenaga kesehatan yang tersebar di seluruh pelosok Tanah Air. 

"Program ini merupakan bantuan yang disiapkan pemerintah dalam rangka penyiapan Program Pendidikan Dokter Spesialis-Subspesialis (PPDS) dan Dokter Gigi Spesialis (PPDGS) sebagai bentuk dukungan pelaksanaan transformasi SDM kesehatan untuk tercapainya pemenuhan dan pemerataan SDM Kesehatan," tukasnya. (tim redaksi) 

#dokter
#dokterspesialis
#indonesiakekurangandokter
#beasiswa
#beasiswadokter

Tidak ada komentar