Breaking News

Indonesia Ketiban Durian Runtuh, Uni Eropa-India Merapat ke RI Minta Batu Bara

Batu bara. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Konflik Rusia vs Ukraina jelas membawa berkah bagi RI. Setidaknya, bagi pengusaha batu bara, ini adalah kesempatan emas untuk bisa mengekspor lebih banyak batu bara ke negara-negara Barat.

Maklum, negara Barat sudah tak bisa lagi mengimpor batu bara Rusia. Negara-negara di Uni Eropa seperti Jerman, Polandia bahkan India sudah melobi Indonesia untuk melakukan ekspor batu baranya ke negara-negara tersebut.

India ikutan mengimpor batu bara Indonesia karena tengah mengalami krisis listrik. Hal itu terjadi, usai India diterjang gelombang panas yang mengakibatkan kebutuhan batu bara untuk pembangkit melonjak tinggi.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia membenarkan, bahwa sudah ada beberapa permintaan ekspor ke Eropa. Bahkan, sudah ada kegiatan ekspor batu bara dilakukan.

Namun, dirinya tidak mengetahui detail berapa banyak ekspor batu bara ke Eropa tersebut. "Progresnya bagus. Dengar-dengar sudah ada ekspor ke beberapa negara Eropa. kemarin sore dengan buyer dari Polandia, infonya sudah ada ekspor yang jalan," ungkapnya, melansir cnbcindonesia, Selasa (21/6/2022).

Pengusaha batu bara dibawah asosiasinya akan terus meladeni permintaan beberapa potensial buyer dari Polandia dan Jerman yang difasilitasi oleh KBRI setempat. "Selain itu kedubers Polandia juga aktif memfasilitasi perusahaan dari Polandia yang berkunjung ke Jakarta," akunya.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, pihak Jerman mengungkapkan keinginannya untuk kerja sama suplai batubara dari Indonesia pada pertemuan antara Menteri ESDM dengan CEO Asosiasi Perusahaan Batubara di Jerman (VDKI). "Kabarnya akan bertemu dengan pak Dirjen Minerba (Ridwan Djamaluddin) juga," ucapnya.

Seperti diketahui, pada 2022 ini produksi batu bara RI ditargetkan mencapai 663 juta ton dan konsumsi dalam negeri sebesar 165,7 juta ton. Berdasarkan data MODI Kementerian ESDM, sampai pada 16 Juni 2022 ini produksi batu bara RI sudah menembus 270,24 juta ton.

Sementara itu, Laporan BP Statistical Review of World Energy 2021 mencatat, konsumsi batu bara secara global sebesar 151,42 eksajoule pada 2020. Nilai itu menurun 4,2% dibandingkan pada tahun sebelumnya yang mencapai 157,64 eksajoule.

Tiongkok merupakan negara G20 dengan konsumsi batu bara tertinggi pada 2020. Negeri Tirai Bambu menghabiskan 82,27 eksajoule batu bara atau setara 54,3% dari total konsumsi global tahun 2020.

India menempati urutan berikutnya sebagai konsumen batu bara terbesar di antara negara G20, yaitu sebanyak 17,54 eksjoule. Diikuti Amerika Serikat dan Uni Eropa yang masing-masing sebesar 9,2 eksajoule dan 5,91 eksajoule.

Sementara, Indonesia menempati urutan kedelapan dengan konsumsi batu bara sebanyak 3,26 eksajoule. Indonesia berada di bawah Rusia yang tercatat mengkonsumsi batu bara sebanyak 3,26 eksajoule pada 2020. (tim redaksi)

#batubara
#eksporbatubara
#imporbatubara
#konflikrusiaukraina
#konsumsiglobal
#konsumsibatubara

Tidak ada komentar