Breaking News

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Mendekati Rp15 Ribu

Ilustrasi. Foto : net

WELFARE.id- Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini dibuka menguat di 6.944 pada perdagangan Senin (20/6/2022). Tepat pukul 09:01 WIB, indeks acuan langsung naik 0,23 persen. 

Terdapat 165 saham menguat, 94 saham melemah, dan 228 lainnya stagnan. Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp288,65 miliar dari 607,23 juta saham yang diperdagangkan. 

Investor asing melakukan net sell sebanyak Rp28,65 miliar di awal pembukaan. Penjualan asing di pasar reguler yakni PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp34,2 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp8,7 miliar, dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Rp2,8 miliar. 

Pembelian asing di pasar reguler antara lain PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp15,7 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp11,6 miliar, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp1,8 miliar. 

Saham-saham yang masuk top gainers, yaitu PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) melejit 13,64 persen di Rp625, PT Nusa Palapa Gemilang Tbk (NPGF) melesat 4,62 persen di Rp68, dan PT Esta Multi Usaha Tbk (ESTA) tumbuh 3,32 persen di Rp498. 

Adapun saham-saham yang masuk top losers antara lain, saham PT RMK Energy Tbk (RMKE) melemah 6,84 persen di Rp545, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) merosot 4,85 persen 3di Rp980, dan PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) tertekan 3,52 persen di Rp137. 

Meski demikian, IHSG diperkirakan masih sulit untuk rebound dengan jumlah besar menyusul kembali jatuhnya indeks Dow Jones di Wall Street. IHSG akan bergerak di rentang 6.880 - 6.996. 

Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan, IHSG bakal susah menguat karena setelah selama seminggu lalu IHSG turun sebesar 2,11 persen. Sehingga Ytd IHSG menyisakan penguatan sebesar 5,40 persen dan berpotensi akan terus turun ke depannya.

"Diperdagangan awal minggu ini, Senin, IHSG diperkirakan masih sulit untuk rebound dalam jumlah besar menyusul kembali jatuhnya indeks DJIA sebesar 0,13 persen membuat DJIA selama seminggu lalu turun sebesar 2,06 persen bahkan dari awal tahun 2022 hingga Jumat minggu lalu sudah turun sebesar 18.3 persen," ungkap Edwin dalam risetnya. 

Menurut Edwin, indeks Dow Jones berpotensi terus turun pada minggu ke depan menyusul terjadi pemburukan beberapa data dan indikator ekonomi seperti housing market yang terlihat mulai cooling down, dengan data housing starts dan pengajuan KPR (mortgage application) sudah turun. Consumer sentiment juga sudah turun ke level terendah, jobless claims mulai menunjukkan tren kenaikan. 

"Serta harga minyak mentah belum ada tanda-tanda turun di bawah level USD100 per barel di tengah The Fed akan melanjutkan agresivitasnya menaikkan suku bunga untuk memerangi inflasi. Kondisi ekonomi Amerika selangkah lagi masuk ke jurang resesi," jelas Edwin. 

Beratnya pendakian IHSG Senin ini, lanjut Edwin, juga seiring turunnya EIDO sebesar 1,22 persen serta turunnya harga beberapa komoditas saat kejatuhan tertajam dialami harga crude oil yang turun sebesar 6,05 persen, gold dan CPO masing-masing turun tipis di tengah nilai tukar rupiah yang kembali melemah menuju level Rp15.000. 

Edwin menyebut beberapa saham yang bisa menjadi pertimbangan investor. Di antaranya: PRDA: Rp6.000-Rp6.600 EMTK: Rp1.670 - Rp1.850 ASII : Rp6.600 - Rp7.300 MIKA : Rp2.560 - Rp2.840 CMRY: Rp3.650 - Rp4.030 Lihat Juga: IHSG Hari Ini Diperkirakan Bisa Menyentuh Level 7.074 

Sementara itu, Nilai tukar rupiah diprediksi semakin melemah atas dolar Amerika Serikat (USD). Level psikologis Rp15.000 per USD mata uang Garuda juga kian dekat. 

Adapun pada perdagangan Jumat (17/6/2022) sore, mata uang Rupiah kembali melemah 57 poin walaupun sebelumnya sempat menguat 70 poin di level Rp14.824 dari penutupan sebelumnya di level Rp14.767 

Diketahui, Rupiah sepekan rontok setelah bank sentral AS (The Fed) menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin ke 1,5 persen - 1,75 persen, dan akan lebih agresif lagi di tahun ini guna meredam inflasi. 

Secara teknikal, rupiah yang disimbolkan USD/IDR akhirnya menembus ke atas resisten kuat di kisaran Rp14.730 per USD yang merupakan Fibonacci Retracement 61,8 persen pada Rabu (15/6/2022). 

Fibonacci Retracement tersebut ditarik dari titik terendah 24 Januari 2020 di Rp13.565 per USD dan tertinggi 23 Maret 2020 di Rp16.620 per USD. 

Rupiah kini semakin menjauhi level tersebut, yang memberikan tekanan semakin besar. Resisten terdekat berada di kisaran Rp14.880 per USD, jika ditembus rupiah berisiko melemah ke Rp14.950 per USD, dan tidak menutup kemungkinan mendekati Rp15.000 per USD di pekan ini. (tim redaksi

#saham
#ihsg
#hargasaham
#rupiah
#rupiahhariini
#ekonomi

Tidak ada komentar