Breaking News

Harga Emas Loyo, Bagaimana dengan Rupiah dan Saham?

Ilustrasi. Foto : net

WELFARE.id-Harga emas masih sangat volatil. Pada perdagangan Rabu (8/6/2022) pukul 06:32 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di USD1.851,59 per troy ons atau melemah 0,02 persen. 

Harga emas sempat menguat 0,6 persen pada perdagangan kemarin dan ditutup di level USD1.851,97 per troy ons. Kendati melemah hari ini, dalam sepekan, harga emas masih menguat 0,33 persen secara point to point. 

Dalam sebulan, harga emas melemah 0,13 persen sementara dalam setahun merosot 2,18 persen. 

Jim Wyckoff, analis dari Kitco Metals, mengatakan pelemahan emas didorong ekspektasi pasar atas kenaikan suku bunga acuan The Fed. Bank sentral Amerika Serikat (AS) akan menggelar pertemuan pada pekan depan. 

"Pasar kini semakin melihat adanya risiko dari kenaikan suku bunga acuan tersebut yakni melemahnya konsumsi dan ekonomi AS. Karena itulah, harga emas ikut bergerak volatile," katanya. 

Di satu sisi, kenaikan suku bunga acuan akan berdampak negatif ke emas tetapi di sisi lain risiko dari kenaikan suku bunga akan mendorong pergerakan emas.
Emas dinilai sebagai aset lindung sehingga sang logam mulia akan diburu di tengah ketidakpastian ekonomi atau saat ekonomi memburuk. 

"Ada kekhawatiran akan risiko dari lonjakan inflasi. Inflasi yang terus merangkak naik mengancam konsumsi. Kekhawatiran ini bisa menjadi faktor positif bagi pergerakan logam mulia. Trader emas cenderung membaca kenaikan suku bunga seperti pisau bermata dua," tambahnya. 

Kenaikan suku bunga acuan The Fed semakin diyakini akan terjadi setelah apa yang terjadi di Australia dan Eropa. Bank sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA), kemarin, menaikkan suku bunga besar 50 basis poin menjadi 0,85 persen. Suku bunga tersebut merupakan yang tertinggi sejak September 2019. 

Sementara itu, European Central Bank (ECB) memutuskan untuk meninggalkan era suku bunga negatif dan mengakhiri pembelian aset senilai triliunan euro. Pasar berekspektasi bahwa ECB akan mulai menaikkan suku bunga acuan bulan depan. 

"Pada akhirnya kita akan berada dalam situasi di mana terjadi kenaikan suku bunga global. Kondisi ini berdampak buruk ke pergerakan emas," tutur Stephen Innes, analis dari SPI Asset Management, seperti dikutip dari Reuters. 

Sementara itu, harga emas hari yang dijual di Pegadaian pada hari ini, Rabu (8/6/2022) untuk cetakan UBS maupun Antam mengalami penurunan jika dibandingkan sebelumnya. 

Berdasarkan informasi yang ada pada laman resmi Pegadaian, harga emas 24 karat UBS ukuran terkecil yakni 0,5 gram dijual seharga Rp512.000, turun Rp1.000 dari posisi Selasa (7/6/2022). 

Sedangkan untuk emas 24 karat cetakan Antam ukuran 0,5 gram hari ini dibanderol seharga Rp558.000. Harga tersebut turun Rp2.000 dibandingkan harga kemarin. 

Lalu untuk emas UBS ukuran 1 gram, Pegadaian menjual seharga Rp958.000, turun Rp4.000 jika dibandingkan dengan sebelumnya. Sedangkan untuk ukuran yang sama emas Antam dijual Rp1.011.000 yang sama-sama turun Rp4.000 dibandingkan harga sebelumnya. 

Emas 24 karat UBS dengan ukuran 5 gram saat ini dibanderol Rp4.695.000, sedangkan emas Antam Rp4.816.000. Kemudian untuk cetakan 10 gram harga emas UBS dipatok Rp9.339.000, sedangkan emas 24 karat Antam dihargai Rp9.574.000. 

Emas batangan 25 gram cetakan UBS dihargai Rp23.300.000, sedangkan ukuran 50 gram di Pegadaian dijual seharga Rp46.503.000. 

Sementara, emas batangan 25 gram cetakan Antam Rp23.803.000 dan ukuran 50 gram dijual di Pegadaian sebesar Rp47.523.000. 

Untuk ukuran 100 gram, Pegadaian membanderol harga emas UBS sebesar Rp92.968.000, sedangkan emas Antam Rp94.964.000. 

Adapun emas ukuran terbesar di Pegadaian, yaitu 1.000 gram dijual Rp948.057.000 untuk emas Antam, sementara untuk emas UBS hari ini masih belum tersedia. 

Untungnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan hari ini. Pergerakan indeks saham didorong oleh rilis kinerja emiten per kuartal I 2022. "Pergerakan masih akan ditopang musim rilis kinerja 1Q22 serta pembagian dividen," kata Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan. 

Karena sentimen itu, ia memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 7.001 dan resistance 7.261. 

Senada, Direktur Utama PT Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya melihat IHSG berpotensi menguat akibat ditopang rilis data cadangan devisa yang cukup baik. 

"Pergerakan IHSG pada hari ini akan diwarnai oleh rilis data perekonomian cadangan devisa yang disinyalir masih akan berada dalam kondisi stabil," katanya. 

Ia memprediksi IHSG bergerak di rentang support 7.002 dan resistance 7.191. Dia merekomendasikan sejumlah saham, yakni ITMG, AALI, GGRM, BMRI, ASII, SMRA, dan AKRA. 

Sementara itu, nilai tukar rupiah diprediksi melemah terbatas terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini. Pelaku pasar masih mengkhawatirkan inflasi AS yang akan dirilis di akhir pekan ini. 

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menjelaskan, data laporan tenaga kerja AS yang dirilis akhir pekan lalu menandakan jika akan ada potensi kenaikan suku bunga lebih tinggi. 

"Investor sekarang menunggu indeks harga konsumen dan inflasi AS, sebagai petunjuk jalur kenaikan suku bunga yang akan dirilis pada pekan depan," tukasnya. 

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menambahkan, kurs dolar AS juga kembali menguat karena Gubernur Bank of Japan mengatakan akan tetap memberi stimulus moneter. "Sejalan dengan penguatan dolar AS terhadap mata uang utama, yield US treasury naik," ucap dia. 

Ibrahim memprediksi kurs rupiah akan berada di Rp14.400-Rp14.500 hari ini. Sedangkan Josua memperkirakan, rupiah akan bergerak di antara Rp14.400-Rp14.500. Selasa (7/6/2022), kurs spot rupiah turun tipis 0,064 ke Rp14.454. Sementara kurs Jisdor Bank Indonesia hanya melemah 0,014 ke Rp14.464 per dolar AS. (tim redaksi

#emas
#hargaemas
#rupiah
#nilaitukarrupiah
#investasi
#ihsg

Tidak ada komentar