Breaking News

Harga Batu Bara Melejit, Glencore Prediksi Kantongi Laba Rp3,2 Miliar

Batu bara. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Perusahaan tambang Glencore memperkirakan laba operasi yang divisi perdagangan pada setengah tahun mencapai USD3,2 miliar didorong oleh tingginya harga komoditas global dan gangguan pasokan. Kabar ini kemudian direspon positif oleh pasar. 

Sebab harga saham Glencore sempat melonjak 3,5% pada perdagangan Jumat (17/6/2022) akhir pekan lalu di GBP480,1. Perusahaan yang berbasis di London tersebut memperkirakan akan ada normalisasi pasar pada semester kedua tahun fiskal.

Harga produk tambang yang dijual Glencore, termasuk batu bara termal yang digunakan untuk menghasilkan listrik, telah melonjak mendekati rekor tertinggi. Penyebabnya adalah gangguan pasokan karena pandemi virus Corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) dan juga konflik berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina.

Produksi batu bara sempat terhambat saat COVID-19 pada 2020 tidak bisa bertumbuh lebih cepat dibanding permintaan yang naik setelah pembukaan ekonomi. Hal ini menimbulkan defisit pasokan yang membuat harga batu bara melambung 78,93% sepanjang 2021.

Hal ini diperparah oleh eskalasi geopolitik antara Rusia dan Ukraina. Rusia sendiri adalah produsen utama batu bara dunia. 

Negeri Beruang Merah itu adalah eksportir batu bara terbesar nomor tiga dunia setelah Indonesia dan Australia. Konflik menghadirkan hukuman bagi Rusia yang membuat banyak pedagang menghindari transaksi dengan Rusia. 

Akibatnya pasokan batu bara Rusia 'hilang' dari dunia. Glencore juga menaikkan perkiraannya untuk harga batu bara termal di paruh pertama menjadi antara USD82 (sekitar Rp1.217.000 juta (USD1=Rp14.830) dan USD86 (sekitar Rp1.276.000) per ton. 

Perkiraan ini naik dari perkiraan Februari USD32,8 (sekitar Rp487.000) per ton untuk sepanjang tahun. Harga batu bara Newcastle, data Minggu (19/6/2022) tercatat USD389,35/ ton (sekitar Rp5.775.000).

Harga batu bara Newcastle ini hanya bergerak 0,52% dibanding penutupan Kamis (16/6/2022) yang diperdagangkan USD387,35 per ton (sekitar Rp5.744.000)

Meski demikian untuk rentang data setahun, batu bara Newcastle sebetulnya telah mengalami penurunan. Rekor tertinggi sebelumnya, sempat menyentuh level USD440 per ton (sekitar Rp6.525.000).

Harga batu bara Newcastle juga sempat berada di titik terendah USD157,5 per ton (sekitar Rp2.336.000) pada Rabu (5/1/2022). Sementara itu, untuk komoditas lain, minyak WTI ada di rentang harga USD107.99 (sekitar Rp1.601.000).

Lalu, minyak Brent ada di kisaran USD113.12 (sekitar Rp1.678.000). Sedangkan emas dan perak berturut-turut ada di kisaran USD1839.35 (kisaran Rp27.278.000) dan USD21.65 (sekitar Rp321.070). (tim redaksi)

#hargabatubara
#batubaranewcastle
#hargabatubaranaik
#minyak
#konflikrusiaukraina
#batubararusiahilangdariperedaran
#sanksibarat
#rusiaimportirbatubara

Tidak ada komentar