Breaking News

Gelar Kampanye Goes to UNESCO, Wanita Berkebaya Nyanyikan Lagu Indonesia Pusaka di CFD

Aksi peserta kempanye Kebaya Goes to UNESCO saat CFD di Bunderan HI, Minggu (19/6/2022). Foto: Istimewa

WELFARE.id-Ada yang berbeda saat hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) yang berlokasi di sekitaran Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta Pusat, Minggu (19/6/2022).

Pasalnya, di sana terlihat puluhan perempuan mengenakan kebaya. Rupanya, mereka adalah peserta 
kampanye "Kebaya Goes to UNESCO". Dengan mengenakan kebaya warna-warni mereka menyanyikan lagu nasional Indonesia Pusaka karya Ismail Marzuki. 

Aksi ini puluhan wanita itu menarik perhatian pengunjung CFD. "Indonesia tanah air beta. Pusaka abadi nan jaya. Indonesia sejak dulu kala. Selalu dipuja-puja bangsa," begitu penggalan nyanyian lagu nasional yang bergema dan jadi perhatian masyarakat. 

Meski banyak yang berusia 50 tahun ke atas, tapi para perempuan berkebaya itu terus kuat melangkah dari Jalan Jenderal Sudirman (depan gedung Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi) ke Bundaran HI yang jaraknya sekitar 6 kilometer,

"Enggak kelelahan, enggak, karena ramai-ramai jadinya senang. Saya juga suka kondangan, ke mana-mana, pakai kebaya dan jarik. Jadi lebih langsing gitu," kata Pertiwi yang merupakan alumni SMA Negeri 8 angkatan 84, Minggu (19/6/2022). 

Perempuan berusi 57 tahun dari Jakarta Selatan itu senang tampil mengenakan setelan kebaya encim dengan kain jarik melilit pinggang, dipadukan dengan sepatu kets saat berolahraga di CFD hari ini. 

Tak lupa kacamata hitam menghiasi bagian wajahnya yang memiliki rambut pendek. Menurut Pertiwi, sudah semestinya kebaya menjadi setelan pakaian perempuan Indonesia sehari-hari. 

Sebagaimana pesan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, bahwa perempuan Indonesia harus menunjukkan betapa kebaya sebagai warisan budaya dunia sangat dicintai masyarakatnya, dan digunakan dalam berbagai kesempatan, termasuk saat berolahraga. 

"Dari nenek moyang dulu sudah mengenakan kebaya sebagai pakaian sehari-hari. Jadi kita mesti meramaikan, supaya lebih leluasa, lebih enak begitu kita aktivitas dengan kebaya," papar Pertiwi juga. 

Lebih lanjut, kata Pertiwi lagi, cara mengenakan kebaya oleh para perempuan Indonesia sekarang lebih modern. Kebaya tidak lagi dipakai mengetat, tapi bisa dibuat longgar untuk kenyamanan. 

Selain itu, ketika dipadukan dengan sepatu kets ternyata kebaya cocok juga. ”Kita pun biar nyaman pakai sepatu kets untuk jalan,” kata Pertiwi juga. 

Sementara itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi turut ikut serta dan sangat mendukung ajang 'Gerak Jalan Berkebaya' pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor tersebut. 

Meski baru pulang usai perjalanan dari Kota Praha (Republik Ceko), Brussel (Belgia), dan New Delhi (India), tapi pagi ini Retno berkenan hadir di CFD Jakarta untuk menunjukkan kecintaannya pada kebaya.

"Kebaya yang merupakan warisan leluhur hendaknya dipelihara dan dilestarikan seperti bagian dari pusaka kita bersama," ujarnya. (tim redaksi)

#kebaya
#kampanyekebaya
#goestounesco
#carfreeday
#hbkb
#haribebaskendaraanbermotor
#bunderanhotelindonesia

Tidak ada komentar