Breaking News

Entitas Khusus Batu Bara Segera Dibentuk, Jaga Disparitas Harga Si Batu Hitam

Batu bara. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Badan Layanan Umum (BLU) iuran batu bara sebagai entitas khusus pemungut iuran produsen tambang batu akan segera dibentuk. Bersamaan dengan itu pula, kebijakan usia harga batu bara domestik atau Domestic Market Obligation (DMO) yang dipatok USS70 per ton akan segera berakhir. 

Entitas khusus ini bertugas memungut iuran dari pengusaha batu bara untuk menutup selisih antara harga pasar dan harga untuk kewajiban pasar domestik (domestic market obligation/DMO) USD70 per ton untuk PT PLN (Persero). Ketua Indonesian Mining and Energy Forum (IMEF) Singgih Widagdo menjelaskan, pembentukan BLU sangat penting segera direalisasikan. 

Apalagi Harga Batu Bara Acuan (HBA) Indonesia pada Juni 2022 naik menjadi USD323,91 per ton. Ia menambahkan, mekanisme BLU akan menjaga disparitas batu bara relatif kecil. 

Sehingga mekanisme ini akan menjaga bisnis PLN secara jangka panjang. "PLN bayarnya tetap USD70 per ton. Nantinya selisih harga batu bara USD70 dengan HBA yang dijadikan rasio tarif akan ada perhitungan baru. PLN tetap karena pihak pemasok nanti akan membuat dua invoice. Invoice ke PLN yang USD70 per ton dan invoice BLU pungutan sehingga tidak akan terjadi kelebihan bayar atau mempengaruhi APBN," kata Singgih melansir "Closing Bell CNBC Indonesia", dikutip Jumat (10/6/2022).

Ia menilai, dengan menggunakan konsep BLU, baik itu PLN maupun perusahaan tambang tidak akan saling dirugikan. Hal tersebut justru akan membuat pasokan batu bara bagi PLN lebih aman.

"Ini justru akan terbangun untuk menjaga agar disparitas harga  yang terjadi itu tetap mengamankan PLN, tapi juga perusahaan tidak dirugikan. Daripada USD70 per ton kalau kita kembali ke BLU tentunya perusahaan akan lebih senang ke BLU," akunya.

Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) mendukung upaya pembentukan lembaga atau entitas khusus batu bara.
Entitas khusus itu rencananya bakal menarik iuran batu bara dari setiap penjualan bahan baku energi itu setelah harga dilepas pada mekanisme pasar. 

Iuran itu dialihkan untuk menambal harga yang dibayarkan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang menggunakan patokan terkini USD70 per ton. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid mengatakan, lembaganya mendukung adanya entitas khusus batu bara untuk menjamin pasokan bahan baku energi di dalam negeri.

"Kami mendukung adanya entitas khusus batu bara untuk menyelesaikan permasalahan (pasokan energi) yang ada,” kata Arsjad melalui pesan singkat kepada wartawan, dikutip Jumat (10/6/2022).

Hanya saja, dirinya enggan memerinci pembahasan terkini ihwal pembentukan entitas khusus batu bara tersebut. Ia beralasan, pembahasan terkait dengan entitas khusus batu bara itu belakangan masih berlanjut antara pemerintah dan pelaku usaha.

"Karena diskusi masih berjalan antara pemerintah, DPR dan dunia usaha,” ujarnya. Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi VII DPR Eddy Soeparno mengatakan, bahwa BLU akan mulai terbentuk paling lambat Juli 2022 ini. 

Oleh karena itu, pihaknya masih menanti dari progres pembentukan BLU yang hingga kini masih berlangsung. "Kami sudah bicara juga dengan Menteri ESDM, beliau berharap bahwa Juni paling lambat bulan Juli BLU sudah dibentuk. Jadi kami masih menunggu progres dari pembentukan BLU tersebut. Tapi kami yakin bahwa tidak lama lagi BLU sudah bisa terbentuk dan beroperasi," paparnya.

BLU batu bara akan berada di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Selain DMO batu bara, BLU nanti juga mencakup DMO industri non-PLN (tidak termasuk industri smelter).

Kabarnya, pemerintah bakal menyiapkan Puslitbangtek Tekmira sebagai lembaga pemegang kendali BLU batu bara tersebut. Namun, Eddy menyampaikan bahwa sejauh ini hasil pembicaraan DPR dengan Kementerian ESDM bukan Tekmira namun dibentuk BLU batu bara yang baru. (tim redaksi)

#batubara
#badanlayananumum
#blubatubara
#aturanbarudmo
#domesticmarketobligation
#disparitashargabatubara
#pln
#rasiotarifbatubara

Tidak ada komentar