Breaking News

Dukung Program Bayi Tabung Berhasil, Wajib Lakukan Terap Ini

Ilustrasi bayi program bayi tabung. Foto: Meletios/ Shutterstock

WELFARE.id-Bagi pasangan suami istri (pasutri) yang kesulitan mempunyai anak atau ingin menambah anak harus terus berusaha. Pasalnya kini program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) bisa jadi pilihan ikhtiar mendapatkan buah hati. 

Meski demikian tidak semua program bayi tabung bisa berhasil. Berdasarkan data, di Tanah Air tingkat keberhasilan program bayi tabung mencapai angka 1:3. 

Angka tersebut berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tahun 2016 lalu. Yakni, total terdapat 6.092 siklus bayi tabung dan  baru berhasil sebanyak 1.702 siklus.

Dalam memaksimalkan kesuksesan program bayi tabung, ada hal yang perlu diperhatikan, terutama bagi pasien poor responder. Salah satunya dengan menjalani perawatan peremajaan organ reproduksi.

Pasien yang kurang baik dalam merespons program IVF juga perlu melengkapi kebutuhan nutrisi dengan konsumsi obat-obat adjuvan atau suplemen, seperti dehydroepiandrosterone (DHEA), coenzym Q10, dan injeksi hormon pertumbuhan. 

Lalu, pasien bayi tabung juga wajib mengkonsumsi multivatimin seperti zink dan injeksi vitamin C serta melakukan prosedur PRP (platelet rich plasma) yang telah direkomendasikan oleh dokter.

"Adjuvan berguna untuk peremajaan organ reproduksi calon ibu dan menunjang efektifitas program bayi tabung terhadap pasien poor responder," terang CEO Morula Indonesia, dr Ivan Rizal Sini dalam keterangannya, akhir pekan lalu (25/6/2022).

Penambahan multivitamin atau antioksidan, menurut dr Ivan, bermanfaat melindungi sel-sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Suplemen tersebut bisa diberikan secara oral atau injeksi.

Menurutnya juga, dalam sebuah tulisan yang diterbitkan dalam jurnal medis Upsala Journal of Medical Sciences, DHEA adalah hormon steroid endogen yang diproduksi terutama di kelenjar adrenal, gonad, dan otak. 

DHEA dapat meningkatkan folikel karena mampu meningkatkan produksi dari insulin-like growth factor-1 (IGF-1) dan meningkatkan produksi estradiol dalam sel granulosa, bertindak sebagai prekursor androstenedione dan testoteron dalam sel ovarium.

Selain itu, praperawatan dengan DHEA dapat mengurangi embrio aneuploid (tidak normal), yaitu dengan  memperbaiki lingkungan mikro ovarium di mana pematangan folikel terjadi. Ini dapat mengoptimalkan proses bayi tabung.

Sementara itu, zink, menurut dr Ivan, diperlukan untuk mengatur fungsi hormon yang memastikan ovulasi teratur dan terjadi pembuahan. Coenzyme Q10 dapat melindungi sel telur dari efek radikal bebas.

Di salah satu jurnal ilmiah disampaikan bahwa coenzyme Q10 bermanfaat dalam meningkatkan kualitas sel telur, kualitas ovulasi, dan angka kehamilan. Coenzyme Q10 juga berperan dalam menurunkan angka keguguran dini. 

"Sementara hormon pertumbuhan berperan pada fungsi ovarium, dapat meningkatkan kematangan sel telur dan jumlah embrio yang bisa ditransfer pada pasien dengan kondisi poor responder dan bermanfaat bagi kasus-kasus bayi tabung yang gagal berulang," tandas dr Ivan juga. (tim redaksi)



#bayitabung
#programpembuatananak
#pasutri
#kesehatanreproduksi
#tingkatkeberhasilan
#kemenkes

Tidak ada komentar