Breaking News

DPR Batalkan Proyek Pengecatan Dome Gedung Senilai Rp4,5 Miliar

Gedung DPR/ MPR. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Dengan alasan tak ada peserta tender yang lulus evaluasi anggaran, rencana pengecatan dome Gedung Nusantara senilai Rp4,5 miliar dibatalkan. Sekretariat Jenderal (Setjen) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) membenarkan hal tersebut.

"Tidak ada peserta yang lulus evaluasi penawaran," bunyi pengumuman dalam situs LPSE DPR RI, dikutip Sabtu (18/6/2022). Adapun detail proyek pengecatan dome Gedung Nusantara DPR itu adalah pekerjaan atap dan kedap air waterproofing serta pemasangan rangka dan atap roof covering. 

Ada 94 peserta yang ikut tender tersebut dan ada 6 perusahaan yang sudah menawarkan harga. Penawaran harga terendah Rp3,64 miliar dan tertinggi adalah Rp4,27 miliar.
 
Untuk diketahui, Gedung Nusantara atau juga disebut gedung CONEFO (Conference of the New Emerging Forces) merupakan ikon dari lembaga DPR dan MPR, memiliki kubah melengkung berwarna hijau. 

Diberitakan sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR Indra Iskandar mengatakan, tender pengecatan dome Gedung Nusantara dan sejumlah komponen perlu dilakukan karena telah banyak yang rusak sejak terakhir diperbaiki pada 2015. 

Perbaikan dan waterproofing dilakukan untuk mempersiapkan HUT RI Agustus nanti dan penyelenggaraan G20. "Kita melakukan kembali waterproofing untuk persiapan acara kenegaraan yang akan dilaksanakan pada 6 Agustus itu nota APBN pemerintah, Presiden. 

Kemudian tanggal 5-6 Oktober itu akan ada pertemuan G20 yang dihadiri 20 kepala Parlemen dunia plus undangan 20 kepala Parlemen dunia sekitar 40 ketua Parlemen dunia pada 5-6 Oktober," ujar Indra, Rabu (18/5/2022) lalu.

Ide belanja DPR yang tuai kontroversi

Proyek pengecatan dome tentu saja menuai kontroversi di tengah masyarakat. Maklum, dana APBN yang rencananya digunakan untuk mengecat kubah gedung DPR itu cukup fantastis, Rp4,5 miliar.

Untungnya, proyek tersebut akhirnya batal terlaksana. Ini bukan kali pertama bagi DPR mendapat kritikan dari masyarakat soal proyek bernilai fantastis. 

Ada beberapa proyek lain yang menuai sorotan. Ini dua di antaranya:

1. Pengadaan gorden rumah dinas

Program pengadaan gorden tersebut ditaksir mencapai Rp43,5 miliar rupiah. Adanya proyek tersebut pun menimbulkan polemik selama kurang lebih dua bulan. 

Setelah itu, proyek tersebut akhirnya dibatalkan. "Gorden itu dari 2015 sampai dengan sekarang, rumah dinas itu belum pernah diganti. Jadi gorden itu ada yang masih ada, ada yang tidak ada," kata Dasco, selaku Wakil Ketua DPR di Kompleks Parlemen.

Anggaran gorden tersebut ternyata mencapai Rp48 Miliar rupiah. Anggaran tersebut untuk 505 unit rumah dinas DPR. 

Setiap rumah akan mendapatkan 11 pasang gorden yang dipasang di ruang tamu, pintu, jendela ruang keluarga, dan lain sebagainya. "Rp48 miliar itu bukan untuk gorden dalam 1-2 rumah, tapi 505 rumah dengan 11 item di setiap rumah," kata Indra dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, kala itu.

2. Pengaspalan jalan senilai Rp11 miliar

Pada Maret 2022, Pemerintah diketahui telah menganggarkan uang senilai Rp11 miliar untuk pengaspalan di Jalan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. 

Dikutip dari Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) tentang pengadaan pelapisan aspal hotmix di area Kompleks DPRI RI senilai Rp11 miliar diambil dari dana APBN.

Rencana tersebut merupakan bagian dari persiapan DPR dalam G20 atau P20 pada awal Oktober 2022. Selain pengaspalan, pintu gerbang hingga jalan di kompleks tersebut juga akan dirapikan sebagai bentuk penyambutan ketua Parlemen dunia yang hadir dalam pertemuan P20.

"Pada awal Oktober itu akan hadir sekitar 40 ketua parlemen dunia hadir di sini. Untuk mempersiapkan ke sana, tentu kami akan merapikan semua tampilan-tampilan DPR mulai dari pintu gerbang, taman, dan semua jalan-jalan," kata Indra Iskandar selaku Sekretaris Jenderal DPR RI dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen. Pengaspalan tersebut dilakukan karena banyak jalan yang sudah rusak dan berlubang. (tim redaksi)

#rencanapengecatandomegedungdprbatal
#domegedungdpr
#proyekdpr
#batalterlaksana
#danaapbn
#proyekpengadaangorden
#proyekmiliaran
#sorotanpublik
#dprri

Tidak ada komentar