Breaking News

Ditekan Multifaktor, Pasar Kripto Melemah Tak Berdaya

Mata uang kripto. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Pasar kripto dihantam sentimen negatif beberapa minggu terakhir. Tak terkecuali, koin-koin idaman seperti Bitcoin dan Etherum. 

Keduanya melemah signifikan hingga 40% sejak awal tahun ini.  Kini, meskipun sudah sedikit membaik, lebih dari setengah triliun dolar kapitalisasi yang terhapus dari kelas aset tersebut masih belum pulih.

Harga yang tak kunjung pulih diperparah oleh kondisi pedagang kripto masih dalam mode risk-off setelah mengalami pengembalian negatif hampir sembilan minggu berturut-turut. BTC berada di jalur untuk penurunan 27% bulan ini, meskipun naik 10% dari titik terendah baru-baru ini di USD25.840 pada 12 Mei.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) Teguh Kurniawan Harmanda mengatakan, kondisi market saat ini sebagai siklus memang terkadang naik dan turun. Maka itu, pelaku pasar perlu menyikapi kondisi ini dengan tenang dan sikap kehati-hatian.

"Kondisi penurunan market saat ini, tidak hanya terjadi di kripto saja. Pasar modal pun mengalami hal yang serupa. Inflasi pun relatif tetap mendekati level tertinggi. Tidak pernah ada tempat berlindung yang aman, ketika badai sedang dalam kekuatan penuh," paparnya.

Ia menambahkan, melihat aksi jual aset kripto sepertinya tidak dapat dihindari, namun ini bukan saatnya untuk panik. Pasar kripto sebagian besar mulai kembali stabil. 

Jika pasar modal kembali pulih, diharapkan hal serupa terjadi di kripto..Ada ketidakpastian lain yang mengganggu sentimen investor secara bersamaan. 

Ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina, inflasi yang memburuk, masalah rantai pasokan, fluktuasi harga minyak, pertumbuhan yang melambat di Tiongkok dan kekhawatiran tentang dampak wabah COVID-19 juga berkontribusi terhadap kecemasan.

"Banyak aset kripto telah naik cukup tinggi dalam beberapa bulan dan tahun terakhir, mungkin sampai-sampai mereka diperdagangkan lebih dari yang seharusnya. Saat situasi sangat tidak pasti seperti sekarang, volatilitas pasar selalu lebih tinggi,” bebernya lagi.

Industi kripto telah tumbuh dengan berbagai inovasi. Apa yang dimulai sebagai konsep ekonomi, seperti investasi dan kini telah merambah ke dunia ekosistem blockchain. 

Diakuinya, sebuah inovasi bisa saja gagal dan berhasil, termasuk stablecoin algoritmik adalah salah satunya. "Drama yang terjadi saat ini sedang menguji stablecoin algoritmik untuk melihat apakah mereka berhasil atau gagal. 

Namun, ada banyak sisi baik dari stablecoin dengan konsep yang berbeda. Diharapkan para pengembang project kripto dapat menemukan inovasi mutakhir dalam waktu dekat melalui proyek-proyek baru," ucapnya, berusaha menenangkan pasar.

Melansir Coinmarketcap, Jumat (3/6/2022), 9 dari 10 kripto dengan market cap terbesar masih berada dalam zona merah dalam 24 jam terakhir. Bitcoin misalnya, pada pukul 10.45 WIB terpantau masih berada di level USD29.756,05 atau melemah 5,98% dalam 24 jam terakhir. 

Sementara Ethereum dan Binance Coin juga masing-masing mengalami pelemahan 5,68% dan 5,77% dalam 24 jam terakhir. Kini Ethereum berada di level USD1.818,62, sedangkan Binance Coin ada di USD300,83.

Menurut Trader Tokocrypto Afid Sugiono, saat ini para investor masih ragu karena mengantisipasi ancaman resesi dan kebijakan moneter The Fed ke depan. Namun, terdapat juga optimistis bahwa harga aset-aset berisiko, termasuk kripto, sudah mencapai titik bottom. 

Di tengah situasi yang masih diselimuti ketidakpastian ini, berikut lima aset kripto yang berpotensi menguat pada pekan ini:

1. Tezos

Pembuka daftar aset kripto berpotensi bullish awal Juni ini adalah Tezos (XTZ). Afid mengatakan XTZ masih merasakan sentimen positif dari peluncuran protokol terbaru bernama Jakarta. 

Menurutnya, jaringan Jakarta Protocol berisi pembaruan besar pada protokol ekonomi Tezos, serta banyak perbaikan kecil.  Mulai dari fitur Transaction Optimistic Rollup (TORU) yang memungkinkan pertukaran aset semakin mudah, serta mekanisme Liquidity Baking Escape Hatch telah didesain ulang dan diganti namanya menjadi Liquidity Baking Toggle Vote.

"Peluncuran Jakarta Protocol di jaringan Tezos masih menghadirkan sentimen positif dapat harga XTZ. Ini membuktikan investor masih yakin dengan potensi besar pembaruan jaringan untuk menggerakan harga XTZ naik,” kata Afid dalam Tokocrypto Market Signal yang dirilis Kamis (2/6/2022).

Berdasarkan analisis teknikalnya, Afid memperkirakan XTZ sedang perlahan bergerak naik. Kemungkinan besar XTZ dapat terus bergerak menuju harga USD2,92 atau naik sekitar 34%-37% dari harga bawah USD2,08 dalam beberapa hari ke depan.

2. Gitcoin

Berikutnya, terdapat aset kripto bernama Gitcoin (GTC) yang berpotensi bullish pekan ini. Menurut Afid, sejak pekan lalu pergerakan GTC terus mengalami kenaikan yang cukup signifikan. 

Kemungkinan besar reli akan terus berlanjut dan bisa menguntungkan investor. Sementara dari analisis teknikal GTC, terlihat kenaikan yang signifikan. 

Harga GTC kemungkinan besar bisa mencapai USD4,5 atau naik sekitar 44% dari harga bawah saat ini USD3,68. 

3. Toko Token

Aset kripto ketiga yang bisa menguat adalah Toko Token (TKO). Potensi pergerakan penguatan TKO bisa didorong oleh sentimen positifnya tentang launching T-Launchpad yang kabarnya akan hadir dalam waktu dekat di bulan Juni ini. 

TKO nantinya akan menjadi token utilitas yang bisa digunakan di platform T-Launchpad untuk mengikuti project DAO yang dirilis di sana. "Dari analisis teknikal harga TKO bisa melambung tinggi hingga Rp6.318 atau naik sekitar 21% dari harga bawah saat ini Rp5.700. Namun, apabila TKO gagal bullish, maka harganya bisa turun hingga Rp5.210 menuju level support-nya,” imbuh Afid.

4. Origin Protocol

Berikutnya ada Origin Protocol (OGN) yang bisa masuk ke fase bullish pada pekan ini. Afid menyebut bahwa OGN telah membentuk pola cup and handle yang membentuk lengkungan seperti huruf U. 

Pola handle ini terbentuk karena penurunan harga yang pendek, namun sebagai sinyal bullish. Dari analisis teknikalnya, menurutnya OGN terlihat ada pergerakan turun atau koreksi sedikit meski perlahan dalam beberapa hari terakhir. Kemungkinan besar nilai OGN bisa reli naik mencapai USD0,4 atau sekitar 31% dari harga bawah USD0,34. 

5. Kava

Aset kripto terakhir yang berpotensi bullish adalah Kava (KAVA). Ia meyakini, fase bullish pada aset kripto KAVA tampaknya terus berlanjut. 

Menurutnya, sentimen positif pasca peluncuran mainnet Kava 10 dan kabar Kava Network telah menambahkan protokol Sushi ke program insentif pengembangnya dengan mengalokasikan dana total US$ 14 juta. 

Melalui kemitraan ini, pengguna dan pengembang Sushi akan memiliki akses tanpa batas ke seluruh nilai pasar senilai USD300 miliar dari blockchain Ethereum dan Cosmos dari satu jaringan, yang menurut Kava adalah untuk pertama kalinya.

"Sentimen positif KAVA terus menguat. Dari analisis teknikal KAVA juga terlihat pola cup and handle yang memungkinkan KAVA masih dapat bergerak menuju harga sekitar US$ 3,6 dari US$ 3,03 dalam beberapa hari ke depan,” tuntasnya. (tim redaksi)

#matauangdigital
#nasibkripto
#cryptocurrency
#kriptomerana
#hargakriptoturun
#bullish
#trenkripto
#inflasi

Tidak ada komentar