Breaking News

Ditaksir Rugikan Negara Rp10,5 Miliar, KPK Terus Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan SMKN 7 Tangsel

Sekolah SMKN 7 Tangerang Selatan yang diduga rugikan negara Rp10,5 miliar. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi pengadaan lahan SMKN 7 Tangerang Selatan. KPK bahkan sudah menetapkan tiga tersangka dalam kasus tersebut.

Saat ini, penyidik KPK masih menelusuri dugaan, bahwa sejak awal ada dugaan, pembelian tanah SMKN 7 Tangsel sudah dalm status sengketa saat proses jual beli. KPK mengonfirmasi hal itu kepada Nur Meuthia Syavaranti selaku notaris yang diperiksa sebagai saksi di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (31/5/2022) lalu.

Dalam penyidikan kasus dugaan korupsi terkait pengadaan tanah untuk pembangunan SMKN 7 Tangsel pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Tahun Anggaran 2017. 

"Dikonfirmasi, antara lain terkait dengan proses jual beli tanah untuk pembangunan SMKN 7 Tangerang Selatan yang diduga selama proses pembelian tanah tersebut masih dalam status sengketa," ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui keterangannya, Kamis (2/6/2022).

KPK juga sempat memanggil notaris lainnya, yakni Siti Zamzam sebagai saksi kasus tersebut. Namun, ia tidak hadir dan segera dijadwalkan ulang pemanggilannya.

Sebelumnya, KPK juga sudah menelusuri dugaan aliran sejumlah uang ke berbagai pihak dalam proses pengadaan tanah untuk pembangunan SMKN 7 Tangsel Banten.

KPK mengonfirmasi hal itu kepada Lurah Rengas, Tangsel, Agus Salim, yang diperiksa sebagai saksi di Gedung KPK, Jakarta, Senin (30/5/2022), dalam penyidikan kasus dugaan korupsi terkait pengadaan tanah untuk pembangunan SMKN 7 Tangsel pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Tahun Anggaran 2017. 

"Yang bersangkutan hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan dugaan adanya aliran sejumlah uang ke berbagai pihak selama proses pelaksanaan pengadaan tanah untuk pembangunan SMKN 7 Tangerang Selatan," imbuh Ali.

KPK telah menetapkan tiga tersangka kasus tersebut, yakni Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten/Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Ardius Prihantono (AP), serta dua pihak swasta masing-masing Agus Kartono (AK) dan Farid Nurdiansyah (FN). KPK menduga kerugian keuangan negara/daerah terkait kasus tersebut sebesar Rp10,5 miliar. 

Adapun tersangka Agus Kartono menerima sekitar Rp9 miliar dan Farid Nurdiansyah menerima sekitar Rp1,5 miliar. Atas perbuatannya, para tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Untuk mempercepat proses penyidikan, KPK juga telah menahan para tersangka untuk masing-masing selama 20 hari terhitung sejak 26 April hingga 15 Mei 2022. Tersangka Agus Kartono ditahan di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur, Jakarta dan Farid Nurdiansyah ditahan di Rutan KPK pada Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Sementara itu, untuk tersangka Ardius Prihantono tidak ditahan oleh KPK karena masih dalam proses penahanan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten dalam perkara pengadaan komputer. (tim redaksi)

#kpk
#kasusdugaantipikor
#pengadaanlahansmkn7tangsel
#tigatersangka
#dugaanlahansengketa
#rugikannegara
#kasusdugaankorupsi

Tidak ada komentar