Breaking News

Desak Penutupan Seluruh Cabang Holywings Indonesia, Haris Pertama: Sudah Kelewat Batas, Permintaan Maaf Tidak Cukup!

Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama. Foto: Istimewa

WELFARE.id-Kontroversi Holywings terus berlanjut. Sebelumnya, saat pemberlakuan PPKM di Jakarta, kafe anak muda itu kerap melanggar jam operasional.

Kini, Holywings kembali membuat gaduh dan viral dengan membuat promo miras berbau SARA. Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama mengaku geram atas keonaran yang sering dilakukan oleh Hollywings. 

”Permintaan maaf tidak cukup. Apa yang dilakukan Hollywings sudah kelewat batas dengan menistakan agama,” kata Haris, dikutip Senin (27/6/2022). Pihaknya menyerukan kepada pihak pemerintah daerah agar izin usaha outlet Hollywings  seluruh cabang dicabut dan ditutup permanen.

"Karena sudah meresahkan masyarakat,” tegasnya. Aparat kepolisian juga harus menjerat pemilik usaha Hollywings dengan sanksi pidana, bukan hanya enam pegawai Hollywings yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. 

”Pemilik Hollywings harus bertanggungjawab atas kekisruhan ini dan segera ditetapkan sebagai tersangka,” tegasnya. Pemilik usaha Hollywings harus mempertanggung jawabkan perbuatannya, dengan dijerat pasal berlapis yakni Pasal 14 Ayat 1 dan Ayat 2 UU RI No 1 Tahun 1946 dan juga Pasal 156 atau Pasal 156 a KUHP.

Kemudian Pasal 28 Ayat 2 UU RI No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No 11 Tahun 2008 tentang ITE. Adapun ancaman maksimal 10 tahun kurungan penjara. Atas perbuatannya tersebut, KNPI akan segera membuat laporan kepolisian.

”Mereka harus dikenakan sanksi, hukum yang seberat-beratnya. Jeratan pasalnya berlapis dan jelas sudah menebarkan kebencian dan penghinaan kepada umat beragama, khususnya umat Islam dan Kristen dengan membawa nama Muhammad dan Maria dalam promosi produk miras,” bebernya.

Haris mengimbau dalam membuka usaha apapun wajib menghormati umat beragama. ”Indonesia sebagai bangsa yang majemuk dan pluralis. Hormatilah suku, agama, ras dan antar golongan yang berbeda. Jangan kita rusak hanya untuk mencari keuntungan pribadi,” imbaunya.

Sebelumnya, Holywings Indonesia sudah meminta maaf terkait promosi minuman alkohol gratis khusus untuk pelanggan bernama 'Muhammad' dan 'Maria'. Dalam pernyataan terbuka, Holywings menyinggung soal nasib 3.000 karyawannya yang bergantung pada usaha food and beverage tersebut.

Dalam pernyataannya, Holywings meminta dukungan dari masyarakat Indonesia agar perkara bermuaran unsur SARA itu segera diselesaikan secara hukum.

Holywings mengungkapkan ingin segera menyelesaikan proses hukum agar bisa membantu para karyawan serta keluarga mereka. Seperti diketahui, akibat kasus promosi minuman alkohol gratis khusus untuk pelanggan bernama 'Muhammad' dan 'Maria', beberapa gerai Holywings harus tutup atau didemo massa.

"Holywings minta maaf. Kami memohon doa serta dukungan dari masyarakat Indonesia agar masalah yang terjadi bisa segera diselesaikan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku, demi keberlangsungan lebih dari 3.000 karyawan di Holywings Indonesia beserta dengan keluarga mereka yang bergantung pada perusahaan ini," kata Holywings Indonesia dalam akun Instagram resminya diunggah Minggu (26/6/2022).

Soal 6 orang karyawannya yang telah ditahan oleh kepolisian, Holywings menyampaikan akan terus memantau perkembangan proses hukumnya dan memastikan tak akan lepas tangan. 

Saat ini 6 oknum yang bertanggungjawab terkait 'promosi' telah ditahan, menjalani proses hukum dan sudah ditangani oleh kepolisian serta pihak yang berwajib, kami pastikan akan tetap memantau perkembangan kasus ini, menindak tegas dan tidak akan pernah lepas tangan," imbuhnya.

Holywings mengaku menerima dengan bijak kritik dan masukan dari masyarakat terkait kasus ini. Holywings memastikan pihaknya akan menjadi lebih baik. Holywings mengaku menerima dengan bijak kritik dan masukan dari masyarakat terkait kasus ini. Holywings memastikan pihaknya akan menjadi lebih baik.

"Terima kasih untuk seluruh dukungan yang telah diberikan di postingan kami sebelumnya, tentunya kami dari management Holywings Indonesia telah membaca satu per satu segala bentuk kritik, saran & pendapat masyarakat terkait kelalaian kami. Kami berjanji akan menjadi lebih baik," ucapnya.

Sementara itu, enam orang staf Holywings ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Mereka dijerat pasal berlapis yakni Pasal 14 Ayat 1 dan Ayat 2 UU RI No 1 Tahun 1946 dan juga Pasal 156 atau Pasal 156 a KUHP. Kemudian Pasal 28 Ayat 2 UU RI No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No 11 Tahun 2008 tentang ITE. Adapun ancaman maksimal 10 tahun kurungan penjara. (tim redaksi)

#holywingsindonesia
#promominumanberunsursara
#ketumdppknpi
#harispertama
#enamtersangka
#promoalkoholgratis

Tidak ada komentar