Breaking News

Curangi Timbangan Minyak Goreng, Bos Toko Sembako di Warakas Untung Rp6 Miliar!

Minyak goreng. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Mencari kesempatan dalam kesempitan. Pepatah ini cocok disematkan ke tersangka BJ. Bagaimana tidak, disaat masyarakat dibebankan harga minyak goreng yang masih belum turun signifikan, tersangka BJ malah memainkan timbangan.

Modus bos sembako itu terbongkar jajaran Polres Metro Jakarta Utara. Pihaknya membongkar praktik permainan harga minyak goreng curah dengan mengurangi bobot komoditas oleh tersangka BJ. 

Dalam aksinya, bos sembako di kawasan Warakas, Tanjung Priok itu telah meraup keuntungan Rp6 miliar. Diketahui, beberapa waktu lalu, ramai dipersoalkan harga minyak goreng curah yang diduga ada permainan harga oleh para pelaku usaha.

"Tersangka ini adalah pelaku usaha yang saat ini kami tangkap di wilayah Polres Metro Jakarta Utara," kata Wakapolres Metro Jakarta Utara AKBP Erlin Tang Jaya, dikutip Jumat (3/6/2022). Tersangka ditangkap berdasarkan laporan yang kita terima dari AS. 

"Tersangka dikenai tindak pidana usaha yang menawarkan atau mempromosikan dan membuat pernyataan tidak benar yang menyesatkan mengenai harga atau tarif suatu barang," papar Erlin. Tersangka diduga menawarkan, mempromosikan atau membuat perkara tidak benar dan menyesatkan mengenai harga suatu tarif barang atau jasa dengan menggunakan sejumlah modus.

Modus itu terungkap setelah polisi bekerja sama dengan Unit Pengelola Metrologi Dinas PPKUKM DKI Jakarta dan ahli Kementerian Perdagangan untuk mengecek timbangan milik tersangka. Tersangka diketahui tidak pernah melakukan tera ulang pada timbangan miliknya.

"Ada beberapa modus, yang pertama tersangka tersebut mengurangi berat timbangan sekitar 0,3 kg perjeriken. Kemudian tidak melaksanakan kewajiban untuk melakukan pengecekan timbangan," bebernya.

Dengan modus tersebut, tersangka meraup keuntungan besar hingga diperkirakan mencapai lebih dari Rp6 miliar. Erlin menjelaskan, selama beroperasi memperdagangkan minyak goreng dengan modus tersebut, tersangka mendapatkan selisih Rp1.973 per kg dari harga eceran tertinggi Rp15.500 per kg atau Rp14.000 per liter.

"Apabila dikalikan dengan 20 ton minyak goreng per bulan, lalu dikalikan dengan 12 bulan, dan dikalikan dengan lama pelaku berjualan, ini bisa sampai dengan Rp6 miliar lebih keuntungan yang didapatkan pelaku," rincinya.

Dari pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya timbangan dan struk pembelian minyak goreng curah. Perbuatan tersangka melanggar ketentuan Pasal 62 Ayat 1 jo Pasal 8 Ayat 1 dan/atau Pasal 10 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan dapat diancam hukuman lima tahun penjara atau denda Rp2 miliar. (tim redaksi)

#kecurangantimbanganminyakgoreng
#moduspenipuan
#pedagangsembako
#polresjakut
#minyakgorengcurah
#kriminal

Tidak ada komentar