Breaking News

Bukan Penyidik, Polri Sebut AKBP Brotoseno Menjabat sebagai Staf Divisi TIK

AKBP Raden Brotoseno. Foto: net

WELFARE.id-Setelah diserang berbagai kalangan dan pemberitaan media massa bertubi-tubi, akhirnya Mabes Polri buka suara terkait tidak dipecatnya AKBP Raden Brotoseno, mantan narapidana korupsi yang hingga kini masih berdinas di Korps Bhayangkara tersebut.  

Ternyata, AKBP Raden Brotoseno tidak bertugas sebagai penyidik di Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. Tapi, mantan penyidik KPK yang terjerat kasus korupsi itu kini bertugas sebagai staf dan belum memiliki jabatan tetap.

Itu diungkapkan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan yang mengatakan bahwa AKBP Brotoseno hanya bertugas sebagai staf dan belum memiliki jabatan tetap.

”Staf. Bukan penyidik. Hingga kini belum ada jabatan," terang Ramadhan kepada wartawan, Kamis (2/6/2022). 
Ramadhan juga menambahkan AKBP Brotoseno masih bertugas sementara sebagai staf di Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (Div TIK) Polri. 

"Dia (AKBP Brotoseno) sekarang diperbantukan di Divisi TIK Polri," jelas Ramadhan juga. Jenderal bintang satu ini juga mengakui tidak mengetahui sejak kapan AKBP Brotoseno bertugas lagi di Mabes Polri. Untuk itu, Ramadhan mengaku akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.  

Diberitakan sebelumnya, Propam Polri mengungkap mantan napi korupsi AKBP Brotoseno tak dipecat karena alasan berprestasi selama berdinas di Korps Bhayangkara. Hal itu berdasarkan hasil putusan sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP).

Pelaksaanaan sidang KKEP tersebut berdasarkan putusan Nomor: PUT/72/X/2020 pada 13 Oktober 2020 lalu. Adapun pernyataan Brotoseno dinilai berprestasi dikeluarkan oleh atasannya di Polri. 

"Adanya pernyataan atasan AKBP Brotoseno dapat dipertahankan menjadi anggota Polri dengan berbagai pertimbangan prestasi dan perilaku selama berdinas di kepolisian," kata Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo dalam keterangannya, Senin (30/5/2022).

Sementara itu, Indonesia Corruption Watch (ICW) turut memberikan sikap terhadap mantan narapidana tindak pidana korupsi yang juga perwira polisi, AKBP Brotoseno yang tidak dipecat dari dinas kepolisian. 

Menurutnya, keputusan tersebut dirasa janggal dan kontradiksi. Menurut keterangan ICW, pada Pasal 12 ayat (1) huruf a Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian anggota Kepolisian Republik Indonesia menjelaskan, bahwa anggota Polri diberhentikan tidak dengan hormat apabila dipidana penjara berdasarkan putusan yang berkekuatan hukum. 

"Satu syarat telah terpenuhi, yakni putusan lima tahun penjara terhadap yang bersangkutan. Sedangkan satu syarat lainnya atau yang kerap disebut sebagai sidang kode etik mestinya langsung memberhentikan AKBP Brotoseno karena dia melakukan kejahatan dalam jabatan dan telah dibuktikan saat proses persidangan," tulis bunyi keterangan ICW, Selasa (31/5/2022). (tim redaksi)


#korupsi
#perwirapolisi
#akbpradenbrotoseno
#mabespolri
#karopenmasdivisihumaspolri 
#brigjenpolahmadramadhan

Tidak ada komentar