Breaking News

BPS Catat Nilai Tukar Petani Menurun, Ternyata Gara-Gara Ini

Petani. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai tukar petani (NTP) pada Mei 2022 sebesar 105,41 atau menurun 2,81 persen dibandingkan pada April 2022. Sub sektor perkebunan rakyat mengalami penurunan NTP terdalam yaitu turun 9,29 persen.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, indeks harga terima petani pun mengalami penurunan 2,37 persen. Hal itu dikarenakan menurunnya harga kelapa sawit, kelapa, karet, dan sapi perah. 

Sebaliknya harga bayar petani justru mengalami kenaikan. "Indeks bayar mengalami kenaikan 0,51 persen,” ungkap Margo dalam siaran pers virtual, dikutip Jumat (3/6/2022).

Ia juga menambahkan, NTP holtikultura naik 2,75 persen. Kenaikan itu karena harga yang diterima petani sebesar 3,23 persen lebih besar dari kenaikan harga yang dibayar petani yang hanya meningkat 0,46 persen.

"Komoditas yang mempengaruhi kenaikan indeks harga yang diterima petani adalah bawang merah, kubis, dan kentang,” imbuhnya. Untuk nilai tukar usaha petani (NTUP) pada Mei 105,73 atau menurun 2,68 persen dibanding April 108,64. 

NTUP tersebut, lanjutnya, adalah indeks harga yang diterima petani dibagi dengan indeks yang dibayar petani untuk memenuhi biaya produksi dan penambahan barang modal. 

"NTP perkebunan rakyat turun 9,22 persen. Penurunan yang terjadi akibat penurunan indeks harga yang diterima petani itu mengalami penurunan sebesar 8,82 persen. Sedangkan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal justru mengalami kenaikan 0,44 persen,” imbuhnya.

Komoditas yang mempengaruhi biaya produksi dan penambahan barang modal adalah karena kenaikan harga urea, MPK, dan bahan bakar minyak (bensin). Dalam kesempatan itu juga, ia juga menyampaikan holtikultura mengalami kenaikan tertinggi sebesar 2,80 persen. 

Hal itu karena indeks harga yang diterima petani itu mengalami peningkatan sebesar 3,23 persen. Angka ini lebih besar dibandingkan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal yang hanya naik sebesar 0,42 persen. (tim redaksi)

#bps
#petani
#nilaitukarpetaniturun
#kenaikanharga
#biayaproduksipetani
#sektorperkebunanrakyat


 

Tidak ada komentar