Breaking News

Biadab! Ternyata 7 Janin Bayi di Kotak Makan Milik Sejoli SM dan NM, Lakukan Aborsi Sejak 2012

Janin bayi. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Besar Makassar akhirnya mengungkapkan identitas dua pelaku aborsi tujuh janin yang ditemukan di sebuah indekos Jalan Balang Turungan, Kelurahan Daya, Kecamatan Biringkanaya, Makassar. Polisi mengungkapkan, aborsi pertama kali dilakukan tersangka pada usia 19 tahun.

Kasatreskrim Polrestabes Makassar, Ajun Komisaris Besar Reonald TS Simanjuntak mengatakan, saat ini tersangka laki-laki berinisial SM (30) telah ditahan di Mapolrestabes Makassar setelah diterbangkan dari Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel).  Sedang pelaku perempuan berinisial NM (29).

"Pelaku perempuan akan dites DNA dan kejiwaannya besok (hari ini)," kata Reonald kepada wartawan di Mapolrestabes Makassar, Kamis (9/6/2022) malam.

Pihaknya merasa perlu memeriksakan kejiwaannya kr Ahli Psikiater Biddokes Polda Sulsel. "Pemeriksaan ini untuk mengetahui alasan keduanya sampai tega tujuh kali menggugurkan," ungkapnya.

Reonald menambahkan tindakan aborsi dilakukan NM pertama kali pada 2012 atau saat berusia 19 tahun. Selain itu, keterangan sementara keduanya mengakui bahwa tujuh janin tersebut merupakan hasil hubungan mereka berdua.

"Sampai saat ini mereka sudah mengakui kalau itu (tujuh janin) anak dari hubungan keduanya," sebutnya. Ia juga mengatakan, hubungan NM dan SM sampai saat ini berpacaran meski sempat terputus pada April 2021. 

Saat itu, SM memblokir kontak NM. "Pengakuan mereka masih pacaran. Laki-laki ini sempat memblokir WA maupun telepon dari perempuan itu, sehingga berubah pikiran dan putus asa sampai pindah ke Konawe, Sultra," ucapnya.

Masih menurut SM, NM pindah ke Konawe untuk bekerja di sebuah perusahaan swasta. Sementara SM berada di Tanah Bumbu, Kalsel untuk bekerja sebagai buruh pabrik. (tim redaksi)

#penemuanjaninbayidimakassar
#penemuanjaninbayidikamarkos
#penemuanjaninbayidikotakmakan
#periksadna
#periksakejiwaan
#aborsiilegal
#praktikaborsiilegal

Tidak ada komentar