Breaking News

Bertabur Desainer Muda, LFW Ramai Koleksi Netral Gender

Koleksi terbaru desainer muda Brandon Choi dalam perhelatan London Fashion Week. Foto: Istimewa/ Brandon Choi

WELFARE.id-Pekan mode dunia kembali menyambut musim semi dan panas. Warna-warna vibrant dan cerah muncul di panggung London Fashion Week (LFW) sejak Jumat (11/6/2022) lalu.

Meski masih digelar hybrid, tidak meredam antusiasme fashionista dunia untuk mengintip koleksi terbaru para desainer papan atas. Beberapa di antaranya juga ada koleksi desainer muda, namun dinilai punya kreasi unik dan masa depan di industri fashion dunia.

Setidaknya, 30 rumah mode ikut ambil bagian dalam ajang tersebut. Melansir Vogue, Kamis (16/6/2022), Chief Executive BFC Caroline Rush, pandemi saat ini mengarahkan kita semua untuk fokus merefleksikan pada lingkungan dan bagaimana kita ingin menjalani hidup.

"Semua mencoba membangun bisnis yang tahan banting melewati krisis ini. Krisis pandemi yang dialami semua orang harus menjadi lecutan untuk tetap maju," ungkapnya.

Dia mengatakan, bahwa kreasi-kreasi yang diproduksi dapat terus menempati relung-relung penggemar fashion dunia. Dia berharap, semua yang terlibat dalam industri ini bisa tetap menunjukkan kreativitasnya dan fokus pada isu-isu keberlanjutan.

"Maka dengan menciptakan platform seperti ini dan mengadaptasi inovasi digital yang paling sesuai pada kebutuhan kita saat ini dalam sesuatu yang akan dibangun sebagai karya global untuk masa depan," ulasnya lagi.

Pada gelaran LFW ini, para desainer banyak membuat busana yang netral gender. Artinya, baik pria maupun wanita bisa saja memakai karya para desainer tersebut.

Hal itu sejalan dengan misi industri fashion untuk membuat produk fashion berkelanjutan. Jelas menjadikan gelaran ini semakin berwarna dengan kreasi-kreasi yang ditampilkan secara hibrida. 

"Kami ingin membuat karya yang memiliki periode penjualan lebih lama tetapi selalu bingung di pekan mode mana dapat menampilkannya. Sistemnya agak rumit, namun pekan mode selalu menarik karena hubungan antar manusia sangat penting. Itu benar-benar membangun komunitas," tambah Priya Ahluwalia, desainer yang menampilkan kreasi di LFW melalui Vogue Bussiness. 

Melansir Lefty, desainer ini pada tahun lalu menarik perhatian pengguna media sosial. Para pembeli yang mengamati gelaran fashion ini sangat senang karena deretan desainer potensial mencuat ke permukaan. 

Seperti yang diungkapkan oleh RaphaĆ«l Deray dari Printemps bahwa koleksi yang ditampilkan sangat kuat dan dinamis. "Koleksi kali ini sangat berwarna dan menunjukan antusias masa depan dengan sentuhan retro di beberapa tempat. Kami tak mengundang banyak orang dan penjadwalan yang tak ketat. Dengan begitu kami dapat lebih fokus memperhatikan semua detil koleksinya," ungkap Deray.

Kendati demikian, pada pekan mode London ini banyak nama-nama besar di industri fashion yang absen memamerkan koleksi terbaru mereka. Sebagai gantinya, banyak jenama-jenama baru yang tak kalah unik dan segar yang mencuri perhatian, seperti berikut ini:

Carlota Barrera

Desainer asal London, Carlota Barrera, banyak bermain pada warna-warna pastel seperti sky blue dan mint green, yang ternyata juga cocok untuk menswear. Namun, ada pula nuansa akromatik seperti hitam, putih dan abu-abu yang terlihat klasik dan minimalis dalam sejumlah koleksinya. 

Walau sebagian besar koleksi menunjukkan sisi minimalis, namun beberapa di antaranya juga terlihat lebih dinamis dengan motif bunga dan daun. Pun busana-busana seperti kemeja, blazer hingga setelan yang dihadirkan Carlota Barrera cocok dikenakan untuk perempuan maupun laki-laki. 

AGR

AGR yang merupakan jenama fashion besutan desainer Alicia Robinson. Masih hadir dengan ciri khasnya pada pakaian rajutan di koleksi Spring Summer.

Kali ini AGR bermain pada warna-warna neon yang mencolok di koleksi pakaian untuk perempuan dan laki-laki.  Terlihat colorful dengan pola bergaris dan kotak-kotak, koleksi ini diramaikan dengan atasan, rok, dress, bomber jacket, legging, hingga bikini.

Brandon Choi

Brandon Choi adalah wajah baru di industri fashion Inggris. Ia menunjukkan koleksi debutnya yang pertama kali dipamerkan di University of Westminster show di London Fashion Week Februari 2020 lalu.

Dan di LFW Spring Summer 2023 ini, Brandon Choi menunjukkan koleksi solo perdananya. Nuansa putih mendominasi koleksi perdananya yang banyak dihadirkan dalam bentuk dress dengan potongan minimalis hingga longgar. 

Sans Peng

Sans Peng adalah desainer asal Tiongkok yang berbasis di London. Terkenal akan desain-desainnya yang melewati batas gender.

Pada koleksi musim semi dan panasnya kali ini Sans Peng menggambarkan budaya kota Shenzen yang bertransformasi menjadi salah satu kota metropolitan paling maju di Tiongkok. Ia pun memasukkan unsur musik pop ala Hong Kong sehingga memberikan sentuhan yang unik pada koleksinya. 

Elemen sporty dengan siluet pinggang yang tight banyak ditemukan pada koleksinya yang dipamerkan di London Fashion Week kali ini. (tim redaksi)

#londonfashionweek
#desainermuda
#jenama
#rumahmode
#koleksinetralgender
#fashionberkelanjutan
#industrifashion

Tidak ada komentar