Breaking News

Baru Sehari Warga Bebas Menghirup Udara Luar, Shanghai Kembali Lockdown

Situasi lockdown di Shanghai, Tiongkok. Foto: Istimewa/ Net

WELFARE.id-Setelah dua bulan lockdown ketat, kota Shanghai di Tiongkok mulai melakukan pelonggaran bertahap pada awal Juni 2022. Namun sayang, baru sehari ada pelonggaran, beberapa wilayah di Shanghai kembali di-lockdown.

Dikutip dari CNN.com, Sabtu (4/6/2022), sekitar 25 juta warga Shanghai ramai-ramai 'menghirup udara bebas' pada Rabu (1/6/2022). Tapi, 2 juta orang terpaksa harus kembali berdiam diri karena pemerintah setempat menilai wilayahnya masih risiko tinggi COVID-19.

Otoritas kesehatan pada hari Kamis (2/6/2022) mengumumkan ada 7 kasus COVID-19 di distrik Jing'an dan Pudong. Akibatnya, warga di area tersebut harus kembali mengisolasi diri selama 14 hari dengan 470.000 orang dijadwalkan menjalani tes.

Kebijakan Tiongkok "zero COVID-19", sama sekali tidak mau menoleransi ada kasus Covid di wilayah mereka. Hal ini menuai sorotan dari berbagai pihak, bahkan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). 

Kebijakan lockdown yang ketat mengundang protes dari warga Tiongkok sendiri karena dinilai membuat mereka kelaparan dan frustasi. "Shanghai secara aktif mengeksplorasi mekanisme baru untuk menormalisasi tindakan pencegahan dan pengendalian di kota besar.

Agar pembangunan ekonomi dan sosial bisa kembali normal secepatnya," tulis media milik Partai Komunis China, People's Daily, seperti dikutip CNN.com, Sabtu (4/6/2022).

Padahal, hampir semua negara di seluruh dunia tengah "berdamai" hidup dengan COVID-19. Negara-negara tersebut menyesuaikan kebijakan pelonggaran, menjaga kasus COVID-19 agar bisa terkendali meski penyakit itu tidak hilang seutuhnya. (tim redaksi)

#covid19
#coviddishanghai
#lockdownshanghai
#tiongkok
#kebijakanzerocovid
#pengunciantotal
#wargashanghaifrustasi

Tidak ada komentar