Breaking News

Anomali Cuaca, Selatan Tiongkok Dilanda Banjir, Utara Khawatir Ancaman Gelombang Panas

Banjir di Guangxi, Tiongkok. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Tiongkok sedang mengalami sejumlah bencana banjir akibat cuaca ekstrem selama akhir pekan. Beberapa bagian di Tiongkok selatan, diguyur hujan lebat setiap hari.

Diperkirakan, hujan lebat masih akan bertahan hingga Selasa (21/6/2022) hari ini di provinsi selatan Guizhou, Jiangxi, Anhui, Zhejiang, dan Guangxi, kemudian bergerak ke utara. Melansir Reuters, Selasa (21/6/2022), hujan yang melanda Tiongkok ini adalah yang terlebat selama 60 tahun terakhir. 

Media pemerintah mengatakan, bencana tanah longsor parah terjadi setidaknya di tujuh provinsi, dengan banyak jalan terendam banjir. Di provinsi Guizhou di barat daya negeri misalnya, video menunjukkan sungai meluap ke jalan, menyapu mobil hingga rumah. 

Biro cuaca setempat, Sabtu (19/6/2022) mengonfirmasi bahwa curah hujan yang terjadi di Guangxi, Guangdong, dan Fujian adalah yang tertinggi sejak 1961. Dalam periode 46 hari, dari 1 Mei hingga 15 Juni, curah hujan rata-rata di wilayah-wilayah itu adalah 621 milimeter. 

Menurut Pusat Iklim Nasional, angka itu hampir sepenuhnya mencapai total intensitas rata-rata hujan di seluruh negeri, yakni sebesar 672,1 milimeter untuk sepanjang tahun 2021. Pakar cuaca mengkhawatirkan cuaca ekstrem tak hanya menimbulkan banjir, tapi juga memicu badai hujan lebat lebih lanjut di selatan Tiongkok. 

Sementara di sisi lain, ada ancaman gelombang panas di utara Tiongkok. "Udara dingin dan hangat telah menyatu di Tiongkok selatan dan keduanya memasuki jalan buntu dan saling tarik menarik," terang Wang Weiyue, seorang analis di weather.com.cn, cabang dari Administrasi Meteorologi Tiongkok. 

Peringatan Cuaca Ekstrem

Musim banjir tahunan China secara tradisional dimulai pada bulan Juni, dan biasanya paling parah melanda daerah pertanian padat penduduk di sepanjang Sungai Yangtze dan anak-anak sungainya. Namun, beberapa tahun terakhir, hujan justru terjadi lebih intens dan bahkan berbahaya. 

Para ahli pun telah memberi peringatan, menyebut 'hal-hal lebih buruk' akan terjadi. Pada April, Pusat Iklim Nasional memperingatkan prediksi bahwa hujan lebat ekstrem akan melanda bagian selatan dan barat daya Tiongkok, serta daerah gurun yang biasanya kering di Tibet selatan.

Telan korban jiwa

Sedikitnya 1,1 juta penduduk di provinsi Jiangxi tenggara Tiongkok terkena dampak banjir dan hujan deras antara 28 Mei-11 Juni. Menurut kantor berita Xinhua, 223 ribu hektar lahan pertanian di provinsi itu juga hancur.

Pada awal Juni, hujan lebat di Tiongkok selatan menewaskan sedikitnya 32 orang. Lebih dari 2.700 rumah rusak parah dan 96.160 hektar lahan pertanian rusak di provinsi penghasil beras Hunan.

Kemudian pada musim panas lalu, 398 orang tewas setelah banjir dahsyat melanda provinsi Henan tengah. Di antara yang tewas adalah 12 penumpang yang tenggelam di jalur kereta bawah tanah yang terendam. 

Dalam 'hujan sekali dalam seribu tahun itu', ibu kota provinsi Zhengzhou menjadi wilayah dengan kematian terbanyak. Sejak saat itu, otoritas negara bagian berada dalam status siaga tinggi. (tim redaksi)

#banjirditiongkok
#hujanlebat
#cuacaekstrem
#gelombangpanas
#pertemuaniklimpanasdandingin
#tiongkokdilandabanjir
#korbanjiwa
#anomalicuaca

Tidak ada komentar