Breaking News

Akhirnya Harga Emas Naik Lagi, Bagaimana dengan Rupiah dan Saham?

Ilustrasi. Foto : net

WELFARE.id-Setelah beberapa hari ini mengalami pelemahan, harga emas batangan 24 karat yang dijual di Pegadaian pada hari ini, Kamis (9/6/2022) untuk cetakan UBS maupun Antam mengalami kenaikan harga. 

Berdasarkan informasi yang ada pada laman resmi Pegadaian, harga emas 24 karat UBS ukuran terkecil yakni 0,5 gram dijual seharga Rp514.000, naik Rp2.000 dari posisi Rabu (8/6/2022).  

Sedangkan untuk emas 24 karat cetakan Antam ukuran 0,5 gram hari ini dibanderol seharga Rp560.000. Harga tersebut juga mengalami kenaikan Rp2.000 dibandingkan harga kemarin.  

Lalu untuk emas UBS ukuran 1 gram, Pegadaian menjual seharga Rp962.000, naik Rp4.000 jika dibandingkan dengan sebelumnya. Sedangkan untuk ukuran yang sama emas Antam dijual Rp1.016.000 yang naik Rp5.000 dibandingkan harga sebelumnya.  

Emas 24 karat UBS dengan ukuran 5 gram saat ini dibanderol Rp4.714.000, sedangkan emas Antam Rp4.842.000. Kemudian untuk cetakan 10 gram harga emas UBS dipatok Rp9.3.77000, sedangkan emas 24 karat Antam dihargai Rp9.625.000. 

Emas batangan 25 gram cetakan UBS dihargai Rp23.395.000, sedangkan ukuran 50 gram di Pegadaian dijual seharga Rp46.694.000.  

Sementara, emas batangan 25 gram cetakan Antam Rp23.932.000 dan ukuran 50 gram dijual di Pegadaian sebesar Rp47.781.000. 

Untuk ukuran 100 gram, Pegadaian membanderol harga emas UBS sebesar Rp93.352.000, sedangkan emas Antam Rp95.481.000. 

Adapun emas ukuran terbesar di Pegadaian, yaitu 1.000 gram dijual Rp953.228.000 untuk emas Antam, sementara untuk emas UBS hari ini masih belum tersedia.  

Tren positif emas batangan sayangnya tak diikuti oleh Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini. IHSG diprediksi melemah karena investor melakukan profit taking. IHSG berpotensi bergerak di rentang 7.124 - 7.241. 

Kepala Riset MNC Sekuritas, Edwin Sebayang mengatakan, IHSG memburuk karena kombinasi turunnya indeks Dow Jones di Wall Street sebesar -0.81 persen & Nasdaq -0.73 persen akibat guidance akan melemahnya sektor retail dan turunnya saham berbasis teknologi.

Serta turunnya harga beberapa komoditas seperti: Coal -1.07 persen, CPO -0.40 persen & Nikel -3.15 persen di tengah kembali naiknya yield obligasi di segala tenor berpotensi menjadi excuse untuk investor melakukan aksi profit taking dalam perdagangan Kamis ini," jelasnya. 

Di sisi lain, kembali naiknya harga WTI Crude Oil ke level di atas USD122 per barel bisa dipandang menjadi sentimen positif dan negatif. "Dari sisi sentimen positif bisa diartikan saham-saham berbasis Crude Oil dan turunannya diuntungkan dan berpotensi menguat hari ini," tambahnya. 

Dilain pihak, sisi negatifnya, naiknya harga WTI Crude Oil berpotensi semakin memberatkan pihak Pertamina untuk memberikan lebih banyak subsidi bagi Pertalite dan Bio Solar karena semakin menjauh dari asumsi harga terakhir yang disepakati antara Menteri Keuangan dan Banggar DPR di level USD100 per barelnya. 

Saham rekomendasi Buy: MEDC, ISAT, ELSA, BBCA, PTPP, UNVR, MIKA, ADHI, JSMR, BBRI, EXCL, WIKA Saham-saham rekomendasi MNC Sekuritas yang dapat menjadi pilihan di antaranya: MEDC 625 - 710 ISAT 7,550 - 8,350 ELSA 315 - 355 BBCA 7,200 - 8,000 PTPP 920 - 1,020 UNVR 4,640 - 5,150 

Setali tiga uang, nilai tukar rupiah diperkirakan masih melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini. Pelaku pasar masih khawatir jelang rilis inflasi AS dan pertemuan FOMC pekan depan. 

Analis DCFX Futures Lukman Leong mengatakan, pergerakan rupiah masih tertekan oleh kinerja dolar AS yang perkasa. "Rupiah masih akan melemah karena dolar AS yang menguat menjelang data consumer price index (CPI) dan pertemuan FOMC," jelasnya. 

Lukman menambahkan, dari dalam negeri belum ada data yang mempengaruhi pergerakan rupiah pada perdagangan kali ini. Namun, dia percaya, rupiah masih sanggup menahan penguatan the greenback. 

Sementara, Ekonom Bank Mandiri Reny Eka Putri menambahkan, pelaku pasar masih wait and see terkait rencana kenaikan suku bunga The Fed seiring dengan tingkat inflasi AS yang masih tinggi. 

"Pelaku pasar masih mewaspadai dampak tingginya inflasi AS yang akan mempengaruhi keputusan The Fed dalam menaikkan suku bunga acuan. Minggu ini pelaku pasar akan wait and see terhadap rilis data inflasi AS yang diprediksi tetap tinggi, yakni masih bertahan di atas 8 persen," katanya. 

Reny pun memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp14.434 - Rp14.512 per dolar AS pada hari ini. Sedangkan Lukman memproyeksikan, rupiah berada dalam rentang Rp14.450 - Rp14.600 per dolar AS. 

Pada perdagangan sebelumnya Rabu (8/6), Di pasar spot, rupiah melemah 0,26 persen ke Rp14.492 per dolar AS. Sementara di kurs referensi Jisdor Bank Indonesia, rupiah melemah 0,08 persen ke Rp14.477 per dolar AS. (tim redaksi) 

#emas
#hargaemas
#ihsg
#rupiah
#rupiahhariini
#ekonomi

Tidak ada komentar