Breaking News

Ada Wabah PMK, Menag Imbau Umat Muslim Tak Paksakan Kurban

Pedagang ternak kurban. Foto : net

WELFARE.id-Di tengah wabah penyakit mulut dan kuku (PMK), Menteri Agama (Menag) RI, Yaqut Cholil Qoumas mengimbau masyarakat muslim di Indonesia agar tidak memaksakan kurban. 

Pernyataan itu seiring dengan rilisnya panduan penyelenggaraan Salat Hari Raya Idul Adha dan Pelaksanaan Kurban Tahun 1443 Hijriah/2022 Masehi dari Kementerian Agama (Kemenag) RI. “Bagi umat Islam, menyembelih hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha hukumnya sunnah muakkadah. 

Namun demikian, umat Islam diimbau untuk tidak memaksakan diri berkurban pada masa wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK),” ujarnya dikutip Selasa (28/6/2022). 

Diketahui, sunnah muakkad merujuk pada sunnah yang ditekankan atau dianjurkan. Tingkatannya sedikit di bawah fardhu, yaitu sesuatu yang ditetapkan dalil namun masih memiliki kesamaran. Ia mengisyaratkan sunnah muakkad supaya tak diartikan wajib, sehingga dalam keadaan darurat wabah seperti sekarang masyarakat bisa lebih fleksibel. 

Adapun edaran diterbitkan dalam rangka memberikan rasa aman kepada umat Islam, lantaran kurban sudah dekat namun wabah PMK pada hewan ternak belum juga teratasi. “(Ini panduan untuk) melaksanakan ibadah kurban dengan memperhatikan kesehatan hewan kurban sebagai upaya menjaga kesehatan masyarakat,” katanya. 

Selain itu, ia juga mengingatkan soal protokol kesehatan yang tidak boleh longgar dalam pelaksanaan hari raya. Hal ini mengingat kasus COVID-19 yang akhir-akhir kembali mengalami kenaikan, setelah subvarian BA.4 dan BA.5 masuk ke Indonesia. “Ini panduan bagi masyarakat dalam menyelenggarakan Salat Hari Raya Idul Adha dengan memperhatikan protokol kesehatan,” imbuhnya. 

Edaran Menag kali ini akan mengatur tentang pelaksanaan prokes sejak Salat Hari Raya Idul Adha, pelaksanaan kurban, takbiran, hingga khutbah Idul Adha. Panduan juga memberikan bimbingan terkait ketentuan syariat dalam berkurban, hingga rincian teknis penyembelihan, pengulitan, pencacahan, pengemasan, dan pendistribusian daging kurban. 

Lebih lanjut, Menag mengimbau muslim tanah air untuk membeli hewan kurban yang sehat dan tidak cacat sesuai kriteria, serta menjaga kondisinya tetap sehat hingga hari penyembelihan. 

Untuk Muslim yang berada di daerah wabah atau terluar serta daerah terduga PMK, Menag sarankan penyembelihan dipusatkan di Rumah Potong Hewan (RPH) atau lembaga lain yang memenuhi syarat. (tim redaksi) 

#menag
#iduladha
#idulkurban
#harirayakurban
#pmk
#sunahkurban

Tidak ada komentar