Breaking News

5 Tips Parenting Menenangkan Anak Tantrum

Anak menangis. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Menghadapi anak yang sedang tantrum (ngambek dan merengek) memang serba salah. Apalagi jika anak tantrum saat berada di area publik.

Misalnya, merengek minta dibelikan mainan. Anak-anak, terutama balita, mengalami tantrum sebagai bagian dari perkembangan normal mereka. 

Tantrum adalah ketika seorang anak memiliki ledakan kemarahan dan frustrasi yang tidak direncanakan. Tantrum bisa berupa fisik, verbal, atau keduanya. 

Anak mungkin bertingkah, mengganggu, dan umumnya menunjukkan perilaku yang tidak menyenangkan. Umumnya anak-anak bertingkah demikian ini karena sedang membutuhkan atau menginginkan sesuatu yang tidak dapat mereka ungkapkan melalui kata-kata.

Anak-anak sering mengalami tantrum pada saat mereka memasuki prasekolah, sekitar usia 4 tahun. Merangkum dari berbagai sumber, Sabtu (11/6/2022) ada cara efektif menghadapi anak tantrum:

1. Cobalah untuk memahami

Salah satu langkah paling penting untuk mengurangi tantrum adalah mencoba dan memahami mengapa anak kesal. Perlakukan setiap amukan sebagai insiden terpisah daripada pengulangan perilaku yang sama. 

Anak-anak dapat mengalami tantrum karena mereka lapar, cemas, atau marah. Semakin kamu memahami mengapa tantrum terjadi, semakin besar peluang untuk menemukan solusi. 

Jika penyebabnya tidak segera jelas, Bunda mungkin perlu menggali lebih dalam. Apa yang terjadi sesaat sebelum tantrum? Apakah ada hal lain yang terjadi pada hari sebelumnya yang mungkin membuat anak tantrum.

2. Menanggapi sesuai dengan kebutuhan emosional mereka

Untuk menghadapi anak yang tantrum, Bunda harus mengetahui pemicu tantrum pada anak. Bunda juga perlu mengetahui bagaimana perasaan anak dan apa yang membuat mereka merasa seperti itu. 

Mereka mungkin berteriak dan menjerit ketika mereka merasa frustrasi, tetapi mereka mungkin juga melakukannya ketika mereka tertekan. Jika anak tertekan karena kehilangan mainan berharga, misalnya, tidak masuk akal untuk menggunakan teknik yang sama seperti saat mereka menolak memakai sepatu.

3. Tawarkan alternatif

Jika anak kesal karena tidak dapat memiliki sesuatu, cobalah menawarkan alternatif yang dapat diterima. Misalnya, jika mereka tidak diizinkan makan permen, mungkin mereka bisa memilih antara apel atau pisang. 

Jika mereka tidak menginginkan alternatif yang ditawarkan, terimalah ini sebagai jawaban mereka. Daripada terus menawarkan lebih banyak alternatif

4. Beri mereka ruang untuk menenangkan diri

Jika anak mencapai titik di mana mereka menangis dan menjerit, mereka mungkin membutuhkan ruang untuk menenangkan diri. Jadi, sebelum kamu dapat mencoba dan mengatasi apa pun yang menyebabkan kesusahan mereka, berilah ruang kepada mereka.

Memberi ruang kepada anak bukan berarti mengabaikannya. Jadi, pastikan untuk menjelaskan dalam beberapa kata bahwa kami memberi mereka waktu untuk menenangkan diri.

Jangan berpaling dan sama sekali tidak menanggapi. Ini berguna untuk menghindari kesalahpahaman mereka atau menjadi cemas karena Bunda tidak mendengarkan mereka. 

5. Gunakan nada yang tenang

Usahakan selalu menggunakan nada yang tenang dan batasi jumlah kata yang digunakan saat kamu berbicara atau mencoba menenangkan anak saat tantrum. Kamu dapat bersikap tegas tanpa meninggikan suara dan menjaga emosi, dapat membantu mencegah tantrum anak semakin meningkat. (tim redaksi)

#anaktantrum
#psikologianak
#caramencegahanaktantrum
#memahamimauanak
#tantrum
#pemicutantrum

Tidak ada komentar