Breaking News

17 Tahun Absen, Bank Panin Akhirnya Bagikan Dividen

Foto : ist 

WELFARE id-Usai 17 tahun berpuasa, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan atau RUPST PT Bank Pan Indonesia Tbk. (PNBN) akhirnya menyetujui penggunaan laba bersih tahun 2021 untuk dibagikan sebagai dividen kepada pemegang saham. 

Presiden Direktur PaninBank Herwidayatmo mengatakan, rapat menyetujui pembagian dividen tunai sebesar paling kurang Rp481,63 miliar setelah dikurangi saham tresuri atau Rp20 per saham. "Mengapa selama 17 tahun tidak membagi dividen? Karena pemegang saham selama ini memprioritaskan penguatan modal. Sebagaimana dimaklumi, sebagai bank, kita diwajibkan untuk memiliki modal yang cukup kuat," ujarnya dikutip Jumat (24/6/2022). 

Selama tahun 2021, perseroan berhasil membukukan laba bersih setelah pajak (NPAT) konsolidasi sebesar Rp1,82 triliun. Sedangkan laba operasional sebelum pencadangan dan pajak mencapai Rp7,67 triliun atau tumbuh 15 persen dibanding tahun 2020. 

Ia menjelaskan, Bank Panin terus meningkatkan pencadangan untuk mengantisipasi penurunan kualitas portfolio kredit bank dan kredit anak perusahaan, dengan membukukan biaya cadangan sebesar Rp5,25 triliun. 

Secara keseluruhan, kredit yang diberikan turun 3,9 persen menjadi Rp124,84 triliun. Namun, kredit di segmen institutional banking yang terdiri atas pembiayaan kepada lembaga keuangan dan BUMN naik sebesar 18,4 persen dan mencapai Rp24,9 triliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp21,0 triliun. 

“Pertumbuhan kredit di segmen korporasi dan komersial sedikit terhambat di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi sebagai dampak dari pandemi COVID-19, dan penerapan prinsip kehati-hatian untuk menjaga kualitas portofolio kredit," terangnya. 

Posisi likuiditas bank terjaga dengan baik yang tercermin pada peningkatan giro dan tabungan sebesar 7,2 perseb yang kini tercatat sebesar Rp 60,5 triliun, sehingga rasio CASA (dana murah) meningkat menjadi 45,12 persen dari 39,4 persen, posisi LDR 88,05% dan NSFR mencapai 144 persen. 

Dari sisi permodalan terus ditingkatkan dan telah mencapai Rp45,4 triliun dengan capital adequacy ratio (CAR) juga terjaga dengan kuat sebesar 29,86 persen, meningkat dibanding pada periode yang sama tahun lalu yaitu 29,58 persen. 

Bank Panin berhasil menjaga pengelolaan kualitas aset yang sehat melalui penerapan prosedur penilaian risiko yang sangat hati-hati dan teliti serta mendorong pemulihan kredit yang direstrukturisasi menjadi normal kembali. Dengan upaya tersebut non-performing loan (NPL) dapat dipertahankan di level yang aman. 

Rasio NPL gross sedikit meningkat ke level 3,54 persen, sedangkan NPL net berhasil dijaga pada level 0,95 persen. Bank Panin melakukan upaya berkelanjutan untuk perbaikan NPL melalui restrukturisasi kredit bermasalah, mengelola kredit-kredit yang direstrukturisasi agar kembali normal dan lancar, dan pertumbuhan kredit lancar. 

Sementara itu, RUPS menerima pengangkatan Theodorus Wiryawan dan Benny Luhur sebagai komisaris perseroan. Dengan demikian susunan dewan komisaris perseroan menjadi sebagai berikut: 

Dewan Komisaris: 

Presiden Komisaris/Komisaris Independen: Nelson Tampubolon 

Wakil Presiden Komisaris/Komisaris Independen: Lintang Nugroho 

Komisaris : Chandra Rahardja Gunawan 

Komisaris : Johnny 

Komisaris : Gregory James Terry 

Komisaris Independen : Drs H Riyanto 

Komisaris Independen : Theodorus Wiryawan*) 

Komisaris : Benny Luhur*) 

*) Efektif setelah mendapat persetujuan dari OJK. (tim redaksi) 

#bankpanin
#panin
#rups
#pembagiandividen
#perbankan

Tidak ada komentar