Breaking News

Wacana Kenaikan Tarif KRL Kembali Mengemuka, Kemungkinan Naik Rp2.000

KRL. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Wacana kenaikan tarif KRL (Kereta Rel Listrik) bukan hal baru. Sudah sejak 2018, wacana kenaikan tarif dihembuskan, tapi tak kunjung dilaksanakan.

Tahun ini, kabar kenaikan tarif KRL kembali mengemuka. Ini bermula dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan terkait penyesuaian tarif.

Kemenhub juga menimbang adanya berbagai perbaikan sarana dan prasarana di fasilitas penunjang KRL. Yang paling terasa oleh pengguna yakni soal lebih cepatnya headway kereta dari 5 menit menjadi sekitar 3 menit.

Kendati begitu, waktu penerapan tarif baru belum disampaikan secara pasti, baik dari Kementerian Perhubungan maupun operator dari KAI. Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Didiek Hartantyo hanya menjawab singkat.

"Pokoknya tahun ini," kata dia, dikutip Kamis (12/5/2022). Sebelumnya, Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati menyampaikan, pihaknya masih akan membahas lebih lanjut kelanjutan dari penerapan kebijakan ini. 

Kondisi ekonomi masyarakat saat ini jadi salah satu dasar pertimbangan yang jadi perhatiannya. "Akan ada pembahasan kembali mempertimbangkan situasi terkini,” imbuhnya.

Diketahui, sebelumnya tarif KRL diwacanakan akan mengalami penyesuaian tarif. Dari semula Rp3.000 per 25 kilometer pertama menjadi Rp5.000 per 25 km pertama. 

Artinya, ada kenaikan sekitar Rp2.000. Sementara untuk selanjutnya tidak ada kenaikan atau tetap Rp1.000 untuk setiap 10 km berikutnya.

"Situasi pascamudik termasuk jadi pertimbangan kami. Juga adanya kenaikan harga di berbagai komoditas yang bisa memengaruhi buying power masyarakat,” tambahnya. (tim redaksi)

#tarifkrl
#rencanakenaikantarifkrl
#kemenhub
#kai
#wacanakenaikantarif
#keretarellistrik

Tidak ada komentar