Breaking News

Wacana ASN WFA, Masih Perlu Pindah ke IKN?

ASN. Foto : ist

WELFARE.id-Pemerintah telah merencanakan sistem kerja baru bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sistem kerja baru ini adalah sistem bekerja di mana saja atau yang lebih dikenal sebagai work from anywhere (WFA). Jika terealisasi, PNS bakal bisa kerja dari mana saja tanpa terbatas tempat. 

Nah, PNS juga sebelumnya diwajibkan pindah ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur. Dengan adanya sistem baru ini, masih perlukah PNS pindah ke IKN jika nantinya bisa WFA? 

Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Badan Kepegawaian Negara (BKN) Satya Pratama mengatakan, PNS akan tetap pindah ke IKN meski nantinya WFA diterapkan. "Perlu dong, kan ibu kota pindah," ujarnya dikutip Kamis (19/5/2022). 

Hal ini berkaca pada kebijakan WFA perusahaan swasta, ketika dibutuhkan maka karyawan harus ke kantor. "Dia tetap punya kantor. Si pekerjanya tetap prime time to time ke kantor. ASN pun kalau mau ditarik komparasinya tetap harus ngantor juga," tandasnya. 

Meski begitu, nantinya tiap instansi PNS di IKN menerapkan sistem WFA yang berbeda. Misalnya, PNS akan ditugaskan ke kantor seminggu sekali, sisanya WFA. 

Sebelumnya, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Keman PANRB) telah menyusun skema pemindahan aparatur sipil negara (ASN) pusat ke ibu kota negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur. 

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatik, Usman Kansong menjelaskan pemindahan ASN ke IKN akan dilakukan dalam dua skema. 

"Tercatat ada 118.000 hingga 180.000 ASN yang akan pindah, bergantung pada skema mana yang diterapkan. Ini perlu dikomunikasikan dengan baik untuk mengurangi kesimpangsiuran isu sekaligus melibatkan para ASN untuk mengantisipasi perubahan yang akan dihadapi," katanya. (tim redaksi

#asn
#pns
#wfa
#ikn
#kaltim

Tidak ada komentar