Breaking News

Viral Aksi Rombongan Atlet Sepatu Roda di Jalan Raya, Polisi: Melanggar Aturan!

Aksi konvoi atlet sepatu roda yang viral di jalan raya saat ramai kendaraan bermotor yang viral di media sosial. Foto: Istimewa  

WELFARE.id-Viral rombongan atlet sepatu roda yang berlatih di jalan raya membuat pihak kepolisian angkat bicara. Polisi sebut rombongan sepatu roda di jalan raya langgar aturan, dan bisa dikenai denda.

Untuk diketahui, belum lama ini sempat viral rombongan atlet pesepatu roda melaju di tengah Jalan Raya Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menyayangkan penggunaan jalan raya sebagai trek atlet sepatu roda yang terjadi pada Minggu (8/5/2022) lalu.

Polisi menegaskan, bahwa pemain sepatu roda dilarang meluncur di jalan raya. Hal itu karena olahraga inline skate di jalan raya sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan raya dan pesepatu roda itu sendiri.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Jamal Alam mengatakan, dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) bahwa jalan raya diperuntukkan bagi lalu lintas kendaraan bermotor.

"Jelas kegiatan roller skate sangat membahayakan keselamatan, baik pengguna jalan ataupun pemain roller skate tersebut," ujar Jamal Alam.

"Karena dilakukan di jalan raya yang dipergunakan untuk lalu lintas publik. Undang-undang LLAJ sangat memprioritaskan keselamatan bagi seluruh pengguna jalannya," ujarnya juga dalam keterangan resminya Selasa (10/5/2022).

Jamal juga menyoroti dua tindakan lainnya yang dilakukan belasan atlet sepatu roda yang berlatih dalam rangka persiapan Sea Games 2021 Vietnam tersebut.

Ditinjau aspek keselamatan, kegiatan inline skate di jalan raya tersebut sangat membahayakan. Terlebih hal itu dilakukan di jalan raya yang penuh kendaraan bermotor.

”Roller skate dilakukan di tengah lajur dan kecepatan yang cukup tinggi. Terjadinya perbedaan kecepatan lalu lintas yang signifikan antara pergerakan roller skate dengan laju kendaraan bermotor, tentu ini sangat membahayakan," ujarnya juga.

Kegiatan latihan itu juga melibatkan anak-anak di dalam rombongan. Sehingga sangat berbahaya bagi atlet sepatu roda yang meluncur di saat lalu lintas sedang ramai.

"Roller skate melibatkan anak-anak di ruang lalu lintas kendaraan bermotor yang secara mixed traffic, bahkan di lajur tengah," paparnya juga.

Jamal juga menjelaskan bahwa terdapat peraturan terkait penggunaan jalan raya ini. Salah satunya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan.

"Di mana disebutkan (dalam pasal PP tersebut) 'setiap orang dilarang memanfaatkan ruang manfaat jalan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan (kegiatan-kegiatan tertentu yang mengganggu aktivitas pengguna jalan)'," cetus Jamal lagi.

Lalu, sesuai Pasal 122 UU No. 22 Tahun 2009 mengatur terkait kendaraan tidak bermotor. Adapun bunyi pasal tersebut di antaranya:
"(1) Pengendara kendaraan tidak bermotor dilarang: a. dengan sengaja membiarkan kendaraannya ditarik oleh kendaraan bermotor dengan kecepatan yang dapat membahayakan keselamatan; b. mengangkut atau menarik benda yang dapat merintangi atau membahayakan pengguna jalan lain; dan/atau c. menggunakan jalur jalan kendaraan bermotor jika telah disediakan jalur jalan khusus bagi kendaraan tidak bermotor."

Bagi pelanggar pasal tersebut, pelaku dapat dipidana dengan pidana kurungan paling lama 15 hari atau denda paling banyak Rp 100.000.
Lalu, Perkap Kapolri No. 10 Tahun 2012. Aturan ini berisi tentang pengaturan lalu lintas dalam keadaan tertentu dan penggunaan jalan selain untuk kegiatan lalu lintas, dijelaskan bahwa penggunaan jalan selain kegiatan lalu lintas (event, acara tertentu dan kegiatan tertentu yang mengganggu aktivitas jalan) harus mendapatkan ijin dari kepolisian. (tim redaksi)


#keselamatan
#berkendara
#lalulintas
#laranganbermainsepaturodadijalan
#poldametrojaya
#ditlantas
#kasubditgakkum
#akbpjamalalam

Tidak ada komentar