Breaking News

Tahapan Pemilu Serentak 2024 segera Dimulai, Komisioner KPU: Mulai 14 Juni 2022

Sejumlah kendaraan melintas di dekat papan sosialisasi Pemilu 2019 yang dipasang di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu (3/4/2019). Foto: Antara

WELFARE.id-Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2024 memang akan digelar dua tahun lagi. Tapi tahapan pesta demokrasi itu akan segera dilakukan. Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyebutkan kalau tahapan Pemilu Serentak 2024 akan dimulai pada 14 Juni 2022 mendatang. 

Komisioner KPU Mochammad Afifudin mengatakan langkah-langkah menuju pesta demokrasi lima tahunan tersebut segera dilaksanakan bulan depan.

”Tapi sebelum digelarnya tahapan Pemilu Serentak 2024 yakni harus mengundangkan atau mengesahkan PKPU (Peraturan KPU)," terang Afifudin pada Simposium Nasional Hukum Tata Negara, Rabu (18/5/2022).

Menurutnya, Peraturan KPU yang menjadi dasar pelaksanaan tahapan Pemilu Serentak 2024 itu belum diundangkan lantaran masih terbentur soal berapa lama atau waktu masa kampanye dilaksanakan. 

Pasalnya, hal ini akan bersinggungan dengan berbagai instansi/lembaga misalnya bagian hukum tata negara.
Ia juga mengatakan sebagian anggota DPR RI maupun pemerintah mengusulkan masa kampanye selama 90 hari. 

Namun bila disetuju maka berimbas atau berpotensi mengorbankan waktu penanganan sengketa di Bawaslu maupun di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).
"Jika masa kampanye diformulasikan 90 hari maka waktu penanganan sengketa Pemilu 2024 hanya 10 hari," paparnya.

Padahal, katanya juga, biasanya penanganan sengketa pemilu di Bawaslu bisa memakan waktu hingga 12 hari kerja dan belum termasuk perbaikan-perbaikan yang harus dilakukan. 

Kemudian, setelah dilakukan simulasikan muncul opsi baru, yakni masa kampanye Pemilu Serentak 2024 dipotong menjadi 75 hari. Tapi KPU akan menekankan pada dua aspek, yakni pemerintah harus membantu banyak hal termasuk Peraturan Presiden (Perpres) tentang Pengadaan Logistik, Pengiriman, dan sebagainya.

Kedua, menyangkut peradilan Pemilu atau orang-orang yang menyampaikan keberatan/sengketa Pemilu memiliki waktu yang cukup panjang. Tetapi, semua hal itu masih disimulasikan oleh KPU guna menemukan kemungkinan terbaik.

Afifudin juga mengatakan pada awal Agustus 2022 pendaftaran partai politik sudah mulai bisa dilakukan. Pendaftaran partai politik menjadi salah satu tonggak penting yang menyangkut kemeriahan Pemilu Serentak 2024. 

Setelah pendaftaran dan verivikasi maka pada 14 Desember 2022 merupakan final penetapan partai politik peserta Pemilu 2024 yang berhak mengikuti pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Selama Pemilu, masa kampanye pernah dilaksanakan dengan waktu yang cukup lama dan pendek. Namun, untuk Pemilu Serentak 2024 masa kampanye agak diperpendek. Alasannya, untuk menghindari polarisasi dan lain sebagainya.

Sebelumnya Wakil Ketua Komisi II DPR Junimart Girsang mengatakan usul pembatasan kampanye 75 hari demi efisiensi masa kampanye karena mempertimbangkan transisi pandemi ke endemi.

"Komisi II DPR menyampaikan dalam rapat konsinyering bersama KPU dan pemerintah, masa kampanye cukup 75 hari dengan mempertimbangkan waktu dan anggaran. Rinciannya,  kampanye fisik 60 hari dan virtual 15 hari," terang politisi PDI Perjuangan itu. (tim redaksi)


#pemilihanumum
#pemiluserentak2024
#komisipemilihanumum
#kpu
#komisionerkpu 
#mochammadafifudin
#dprri
#wakilketuakomisiII
#junimartgirsang

Tidak ada komentar