Breaking News

Sindrom "Post Holiday Blues" Bikin Mager Kerja, Coba 5 Tips Berikut Ini

Back to work. Foto: Ilustrasi/ iStockphoto
 
WELFARE.id-Libur Lebaran telah usai. Itu artinya, kita bersiap menjalani rutinitas harian kembali, salah satunya "back to work".

Kembali bekerja setelah libur panjang bukan perkara mudah. Bagi sebagian orang dengan gangguan kesehatan mental, kata "back to work" bisa memicu "vacation blues" atau "post holiday blues".

Istilah psikologis ini digunakan bagi mereka yang merasakan stres dan cemas untuk kembali bekerja usai libur panjang. Menurut National Alliance on Mental Illness (NAMI), kondisi mental semacam ini sering dialami pekerja di Amerika Serikat setelah libur musim dingin. 

Sementara di Indonesia, gejala ini lebih mungkin dialami seusai libur panjang, seperti Lebaran, Natal dan Tahun Baru. Ketika mengalami gangguan ini, Anda akan cenderung tidak bersemangat ataupun produktif dalam bekerja. 

Melansir Psychcentral, Selasa (10/5/2022) gejalanya bisa mirip dengan perasaan sedih, cemas, atau bahkan depresi. Akibatnya, pekerjaan Anda pun menjadi terbengkalai.

Mengutip Very Well Mind, berikut tanda-tanda seseorang yang mengalami sindrom "post holiday blues" :

- cemas;
- tidak termotivasi;
- suasana hati yang buruk;
- mudah tersinggung;
- stres;
- depresi;
- insomnia;
- khawatir berlebih soal keuangan.

Orang yang mengalami sindrom "post holiday blues" biasanya mengalami emosi yang beragam. Mulai dari merasakan kekosongan, kecewa, kesepian, stres, hingga merasa kehilangan. Tidurmu mungkin terpengaruh, tingkat energi, dan bahkan kemampuan untuk berkonsentrasi.

"Karena bagaimanapun, liburan juga memberi kita istirahat dari kehidupan sehari-hari dan pekerjaan yang monoton," kata Psikoterapis Gina Moffa yang berbasis di New York, AS. Lantas, bagaimana cara mengatasi sindrom "post holiday blues" ini? 

1. Ngobrol santai dengan teman sekantor

Biasanya bertemu teman kantor bisa memulihkan perasaan kesepian kamu. Kalau kamu masih Work from Home (WFH), coba deh ajak teman kantor kamu ketemuan di kafe yang nyaman dan bekerja dari sana.

Dengan berbincang santai, alih-alih mengeluh tentang perasaan, tanyakan bagaimana pengalaman liburan mereka dan momen paling menyenangkan yang mereka miliki. Berbicara secara langsung telah diakui banyak ahli psikologi dapat membantu berbagai masalah kecemasan, salah satunya adalah gangguan kesehatan mental "post holiday blues" ini.

2. Olahraga 

Sebelum memulai aktivitas bekerja kembali, ada baiknya menyisihkan waktu untuk berolahraga. Olahraga bisa membantu memulihkan stamina dan menjaga pikiran tetap fokus.

Lawan rasa sedih itu dan gerakkan tubuh kamu dengan olahraga. Tak hanya membakar kalori, olahraga juga membuat tubuh memproduksi endorfin, hormon yang berkaitan dengan perasaan senang. 

3. Masak 

Cobalah mempersiapkan menu masakan favorit di hari pertama bekerja. Aroma masakan rumah biasanya bisa meningkatkan semangat di pagi hari.

4. Terapi alam

Terapi alam atau yang juga disebut ekoterapi didasarkan pada konsep penggunaan alam untuk memulihkan kondisi psikologis. Sejumlah cara terapi berbasis alam bisa kamu lakukan dengan mudah, seperti berkebun, berjalan di atas tanah, atau sekedar menghirup udara segar di pagi hari.

Cobalah bangun lebih pagi sebelum berangkat bekerja. Rasakan embun di sela-sela jari kakimu. Menghabiskan waktu di alam adalah cara yang murah dan sangat efektif untuk meningkatkan berbagai aspek kesehatan mental.

5. Tidur cukup

Jam tidur biasanya berantakan saat liburan. Cobalah kembali ke jam tidur yang berkualitas untuk kembali memulihkan perasaan dan pikiran.

Kurang tidur bisa mempengaruhi mood seseorang. Tak hanya memengaruhi otak, tidur cukup pun memengaruhi perasaan. Sebuah studi menyebut, orang yang mengalami insomnia berisiko tinggi terhadap kondisi depresi, gangguan cemas, dan panik. (tim redaksi)

#gangguanpsikologi
#mentalhealth
#gangguanmental
#insomnia
#sindrompostholidayblues
#vacationblues
#tipskesehatanmental

Tidak ada komentar