Breaking News

Resmi Dilantik Jadi Presiden, Ramos Horta: Dalam Dua Tahun Timor Leste Gabung ASEAN

Jose Ramos Horta (kedua kanan) mengucapkan sumpah jabatan disaksikan Ketua Parlemen Timor Leste Ancieto Longuinhos (ketiga kanan) dan Presiden Timor Leste periode 2017-2022 Francisco Guterres (kiri) saat Pelantikan Presiden Timor Leste di Tasi-Tolu, Dili, Timor Leste, Kamis malam (19/5/2022). Foto: Antara

WELFARE.id-Timor Leste resmi memiliki presiden yang baru. Jose Ramos Horta dilantik sebagai Presiden Timor Leste pada Jumat (20/5/2022). Pada masa jabatannya ini, Ramos Horta akan mengadvokasi Timor Leste untuk menjadi anggota ke-11 dari blok regional Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dalam dua tahun ke depan.

"Saya mengharapkan bahwa negara ini pada akhirnya menjadi anggota ke-11 ASEAN kurang lebih dalam dua tahun," kata Ramos Horta dalam pidatonya dikutip laman ASEAN Post, Jumat (20/5/2022).

Presiden Horta juga berjanji untuk mengurangi kemiskinan, meningkatkan layanan kesehatan untuk ibu dan anak, dan mempromosikan dialog untuk memulihkan stabilitas politik. 

"Hari ini lebih dari sebelumnya, kita harus menyadari sepenuhnya bahwa hanya dalam persatuan akan dapat mencapai tujuan pembangunan yang kita usulkan,” kata Ramos Horta seperti dikutip laman Aljazirah, Jumat (20/5/2022).

Dalam pidato luas yang disampaikan dalam empat bahasa, Ramos Horta menyerukan persatuan nasional antara pihak-pihak yang bersaing yang memiliki hubungan yang kacau dalam beberapa tahun terakhir. 

"Saya akan memenuhi dengan loyalitas fungsi yang telah diinvestasikan dalam diri saya dan akan mendedikasikan semua energi dan pengetahuan saya untuk pertahanan dan konsolidasi kemerdekaan dan persatuan nasional," kata pemimpin berkacamata itu.

"Perdamaian hanya akan nyata dan abadi jika dicapai melalui dialog dan saling menghormati di mana tidak ada pihak yang merasa dipaksa dan dihina," ujarnya berbicara di depan kerumunan personel militer dan pejabat diplomatik negara sahabat.

Presiden Portugal Marcelo Rebelo de Sousa dan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Indonesia Mahfud MD termasuk di antara mereka yang menghadiri pelantikan tersebut. 

Untuk diketahui, Ramos Horta mengalahkan petahana Francisco “Lu Olo” Guterres yang juga sesama pejuang kemerdekaan dalam pemilihan putaran kedua yang digelar pada 19 April 2022 lalu. 

Ramos Horta menjadi perdana menteri pada 2006-2007 dan presiden pada periode 2007-2012. Ia dan Guterres telah saling menyalahkan selama bertahun-tahun akibat kelumpuhan politik di Timor Timur.

Untuk diketahui, Ramos Horta tinggal di pengasingan selama hampir tiga dekade dan kembali ke Timor pada akhir tahun 1999. Ramos-Horta dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian pada 1996, bersama dengan Uskup Carlos Felipe Ximenes Belo. (tim redaksi)

#pelantikanpresiden
#timorleste
#joseramoshorta
#penerimanobelperdamaian
#asean
#francisco“luolo”guterres

Tidak ada komentar