Breaking News

Protes Perusahaan Tambang Salurkan Bantuan Ratusan Miliar ke Pulau Jawa, MODN Geruduk DPRD Kaltim

Pengurus MODN beraudiensi dengan DPRD Kaltim untuk menyampaikan rasa kecewa atas penyaluran dana CSR bernilai ratusan miliar ke beberapa kampus di luar Provinsi Kaltim. Foto: Istimewa

WELFARE.id-Protes penyaluran dana CSR senilai ratusan miliar oleh perusahaan tambang di Kaltim membuat Majelis Organisasi Daerah Nasional (MODN) meradang. Pengurus MODN itu mendatangi kantor DPRD Kaltim, di Jalan Teuku Umar, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Selasa (17/5/2022).

Mereka merasa kecewa terhadap PT Bayan Resources yang menyalurkan bantuan dana dengan total Rp200 miliar ke beberapa kampus yang berada di Pulau Jawa. Tapi universitas yang ada di Provinsi Kaltim seakan terlupakan. 

Wakil Ketua Majelis Tinggi MODN Abraham Ingan menyampaikan penyaluran dana dari perusahaan pemilik Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) di Kaltim kepada beberapa kampus di Jawa melanggar tatanan sosial. 

Karena, perusahaan tersebut telah meraup keuntungan dari mengambil kekayaan alam di Kaltim. Seharusnya, dana CSR dikembalikan lagi kepada masyarakat Kaltim. Karena itu, MODN, meminta kepada DPRD Kaltim menginventarisir dan mengevaluasi kembali program Corporate Social Responsibility (CSR) seluruh perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah hukum Kaltim.

"Ini untuk mencegah pelanggaran terulang. Ini kan yang terungkap baru PT Bayan," kata Abraham. Selain itu, MODN juga meminta agar segera diterapkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2022 menyangkut pendelegasian kewenangan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah.

"Kami juga minta untuk dilibatkan. Semoga ini menjadi start poin untuk menanggapi isu yang mencuat dan bagi perusahaan PKP2B lainnya agar bisa efektif tata kelola SDA (sumber daya alam) di Kaltim," ujarnya juga.

Selain itu, pihaknya juga meminta agar perusahaan-perusahaan pemegang PKP2B di Kaltim harus ditelaah secara menyeluruh berbagai program CSR yang selama ini telah disalurkan. 

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun berterima kasih kepada MODN karena kehadiran organisasi itu sebagai bentuk pengawasan terhadap roda pemerintahan. "Kami hargai dan apresiasi," kata Samsun.

Samsun juga menyebutkan memang terjadi kendala terhadap dana CSR perusahaan tambang di Kaltim, salah satunya pengelolaannya masih kurang maksimal dan efektif. Tentu ini harus dikoreksi. "Karena masih ada yang urgent tapi tidak terbantu," tukasnya. (tim redaksi)


#kalimantantimur
#provinsikaltim
#csr
#bayanresources
#dprdkaltim
#bantuanpendidikan
#majelisorganisasidaerahnasional
#modn

Tidak ada komentar