Breaking News

Perintahkan Percepat Penyidikan Kasus Dugaan Korupsi Ekspor CPO, Jaksa Agung: Fokus Pembuktian Hukum

Jaksa Agung ST Burhanuddin. Foto: Istimewa

WELFARE.id-Penyidikan perkara dugaan korupsi penerbitan Persetujuan Ekspor (PE) crude palm oil (CPO) di Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendapatkan perhatian serius dari Jaksa Agung ST Burhanuddin.

Dia bahkan memerintahkan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) mempercepat proses penyidikan dan pemberkasan kasus tersebut. Burhanuddin juga mengatakan, agar kasus tersebut segera dilimpahkan ke penuntutan untuk segera di sidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

”Saya menakankan kepada tim penyidik di Jampidsus, untuk mempercepat pemberkasan, dan agar pemeriksaan difokuskan pada pembuktian terhadap para tersangka yang sudah ditetapkan,” terang Burhanuddin, dalam siaran persnya, Rabu (18/5/2022).

Untuk diketahui, dalam kasus itu tim penyidikan Jampidsus, sudah menetapkan lima orang tersangka. Para tersangka itu adalah  satu pejabat eselon-1 di Kemendag, yakni Indrasari Wisnu Wardhana (IWW) yang menjabat Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Luar Negeri di Kemendag. 

Tersangka lainnya, Master Parulian Tumanggor (MPT) selaku Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia, Stanley MA (SMA) selaku Senior Manager Corporate Affair Permata Hijau Group (PHG), dan Pierre Togar Sitanggang (PTS selaku General Manager di Bagian General Affair pada PT Musim Mas.

Pada Selasa (17/5/2022), tim penyidik Kejagung juga menetapkan Lin Che Wei yang diketahui selaku penasehat, dan analisis kebijakan di lembaga riset Independent Research & Advisory Indonesia (IRAI) sebagai tersangka dan juga ditahan. 

Burhanuddin juga mengatakan, agar tim penyidikan fokus pada pembuktian hukum terhadap para tersangka yang sudah ditetapkan. 

Burhanuddin juga meminta, tim penyidikan fokus pada keterlibatan tiga perusahaan yang terseret dalam kasus tersebut. Yakni PT Wilmar Nabati Indonesia, PT Permata Hijau Group, dan PT Musim Mas. 

”Sehingga, tim penyidik Jampidsus, tidak perlu memanggil pihak-pihak yang tidak terkait untuk diperiksa dalam perkara di maksud,” terang Burhanuddin juga. 

Untuk diketahui, dalam penyidikan yang masih terus berjalan tim Jampidsus yang menangani kasus itu pada Rabu (18/5/2022) masih melanjutkan pemeriksaan terhadap sejumlah nama. 

Salah satu nama yang diperiksa penyidik Jampidsus pada Rabu (18/5/2022) adalah Erik, yang diketahui sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Wilmar Nabati Indonesia dan sejumlah nama lainnya. (tim redaksi)


#korupsi
#izineksporcpo
#kejaksaanagung
#jampidsus
#jaksaagung
#stburhanuddin
#kementerianperdagangan
#kemendag

Tidak ada komentar