Breaking News

Perilaku Dua Afiliator Investasi Ilegal, Brigjen Whisnu: Indra Kenz Tutup Mulut dan Doni Salmanan Akui Kesalahan

Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Pol Whisnu Hermawan. Foto: Istimewa

WELFARE.id-Meski sama-sama terjerat kasus investasi bodong tapi perilaku dua afiliator Indra Kenz dan Doni Salmanan pada kasus yang menjeratnya masing-masing sangat bertolak belakang. 

Itu diungkapkan Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Pol Whisnu Hermawan. Ia mengatakan perbedaan perilaku keduanya yang saat ini telah berstatus kasus investasi ilegal tersebut.

Whisnu menyebut Indra Kenz tergolong tersangka yang memilih tutup mulut yang mempersulit penyelidikan yang tengah dilakukan polisi. Sedangkan, Doni memilih bersikap terbuka dan mengakui kesalahannya. 

"Doni jelas ngomongnya dia salah. Kalau Indra bilang tak kenal, nggak tahu, uangnya dimana lupa, barang bukti dibuang. Ini jadi keinginan penyidik untuk melakukan pengungkapan. Dia (Indra) pura-pura seolah nggak kenal (dalang Binomo)," kata Whisnu dalam webinar, Rabu (11/5/2022). 

Sikap tertutup Indra menyebabkan penyidik makin tertantang mengungkap kejahatannya. Sehingga kekasih Indra yaitu Vanessa Khong dan ayah Vanessa, Rudiyanto Pei turut diciduk kepolisian guna didalami perannya. 

"Dicari terus sama PPATK dan kena pacar dan ayahnya. Mereka tahu itu judi, data transaksi keuangan masuk ke calon mertuanya itu. Bapaknya (Rudiyanto) bermain di situ," ujar Whisnu juga. 

Whisnu menyebut peran Vanessa dan Rudiyanto diperoleh berkat penelusuran Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) atas transaksi keduanya. Atas dasar itu, ia optimistis kasus Binomo dapat terungkap jelas meski Indra Kenz memilih bungkam. 

"Transaksi nggak bisa dibohongin dan tercatat. Makanya peran PPATK penting biar tahu kasus ini kemana arahnya. Digital forensik ini nggak bisa bohong. Doni ini gampang ngomong terus, Indra ini tertutup," ucap Whisnu juga. 

Di sisi lain, Whisnu menjelaskan kasus investasi ilegal Indra dan Doni terlambat diproses karena menunggu laporan masyarakat. Ia ingin ada masyarakat yang melapor lebih dulu agar nantinya uang masyarakat bisa dikembalikan setelah ada putusan pengadilan. 

"Kalau ada yang tanya, kok sudah lama baru diproses? Sebenarnya kita nunggu laporan walau kita bisa berproses. Saya mohon maaf tidak bisa kembalikan uang langsung ke masyarakat karena ada proses pengadilan. Ini yang sering dicerca oleh masyarakat. Biar pengadilan yang memutuskan," ungkap Whisnu juga. 

Jenderal bintang satu ini juga menyampaikan Bareskrim Polri masih terus memburu aset Indra dan Doni hingga keluar negeri. Ia menjanjikan aset masyarakat bisa dikembalikan lagi bila sudah ada kekuatan hukum tetap dari pengadilan. 

"Kita cari uang hasil kejahatan sebanyak-banyaknya. Ini agar ada efek jeranya lah biar hancur (harta pelaku) saya ambil lagi. Barang bukti semua terdata, uang barang bukti 1 triliunan nanti dikirim ke pengadilan. Kami enggak akan main-main soal barang bukti," tandas Whisnu juga. (tim redaksi)


#mabespolri
#bareskrim
#investasibodong
#investasiilegal
#indrakenz
#dirtipideksus
#brigjenpolwhisnuhermawan

Tidak ada komentar