Breaking News

Pemilu Digelar Hari Ini, Anak Marcos Diprediksi Berpeluang Menangi Pilpres Filipina

Pemilu Filipina. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Warga Filipina tengah antre memberikan suara mereka dalam Pemilu di negara tersebut, Senin (9/5/2022). Lebih dari 65 juta warga Filipina diperkirakan bakal mengikuti pemilihan tersebut.

Melansir AFP, Senin (9/5/2022), sebanyak sepuluh kandidat maju dalam pemilihan presiden Filipina untuk menggantikan Rodrigo Duterte. Meski demikian, hanya Marcos Jr dan lawannya, Leni Robredo, yang kini menjabat sebagai wakil presiden, yang diprediksi berpeluang besar untuk menang.

Ya, anak eks diktator Ferdinand Marcos, Ferdinand 'Bongbong' Marcos Junior bahkan lebih diunggulkan untuk menang, ketimbang Leni Robredo.

Hal itu terlihat dari jajak pendapat yang menunjukkan Marcos Jr sedang menuju kemenangan besar. Ia memiliki pemilih dua kali lipat lebih banyak dibandingkan Robredo.

Menurut analis Eurasia Group, Peter Mumford, Marcos Jr disebut memiliki kesempatan menang sebanyak 75 persen. Namun, angka tersebut masih belum menjamin hasil pemilu.

Walaupun begitu, beberapa aktivis hak asasi manusia, pemimpin gereja Katolik, dan analis politik takut kemenangan Marcos Jr ini bakal memimpin dengan tinju yang lebih keras. "Kami pikir itu (kemenangan Marcos Jr) bakal memperburuk krisis kemanusiaan di negara ini," kata sekretaris jenderal dari aliansi HAM, Karapatan Cristina Palabay.

Sementara itu, analis politik Richard Heydarian memperingatkan kemenangan Marcos Jr dapat membuat pria itu mengganti dasar hukum untuk memperkuat kekuasaan dan melemahkan demokrasi. "(Rodrigo) Duterte tidak pernah menghukum orang dan menggunakan uang untuk menjalankan agenda otoriternya ke logika yang ekstrem. Namun, kemungkinan tersebut dapat digunakan keluarga Marcos," ucapnya.

Marcos Jr sendiri merupakan anak dari mantan diktator Filipina yang menjabat lebih dari 50 tahun lalu. Ia dan calon wakilnya, Sara Duterte, menegaskan mereka adalah orang yang paling sesuai untuk "menyatukan" Filipina.

Pemilu diwarnai serangan granat

Sayangnya, di tengah pesta demokrasi di sana, sembilan orang dilaporkan terluka akibat lima granat meledak di luar tempat pemungutan suara di wilayah selatan Filipina yang bergolak pada Senin (9/5/2022). Kepolisian menuturkan serangan granat itu terjadi pada Minggu (8/5) malam di Datu Unsay, Pulau Mindanao. 

Pulau Mindanao merupakan surga bagi kelompok bersenjata dan pemberontak komunis Filipina. Polisi mengatakan para korban luka telah melakukan perjalanan jauh dari pegunungan terpencil untuk memberikan suara di tempat pemungutan.

Selang beberapa menit, sebuah granat lainnya meledak di wilayah tetangga, Shariff Aguak, meski tak menyebabkan korban. "Memang ada kebiasaan dari warga untuk turun (ke balai kota) lebih awal dari desa mereka di pegunungan yang terletak delapan sampai 12 jam berjalan kaki," jelas juru bicara kepolisian Provinsi Maguindanao, Roldan Kuntong.

Seorang juru bicara Komisi Pemilihan Umum Filipina mengatakan, telah berupaya memverifikasi apakah ledakan granat pada Minggu malam itu terkait dengan pemilu hari ini. 

Calon wakil presiden Sara Duterte, yang merupakan mantan walikota Davao City di Mindanao mengatakan kepada wartawan bahwa dia berharap para pemilih tidak akan "dihilangkan haknya" sebagai akibat dari insiden Minggu malam tersebut.

Lebih dari 18.000 jabatan publik, dari presiden hingga anggota dewan kota, diperebutkan dalam pemilu serentak kali ini. (tim redaksi)

#pemilufilipina
#serangangranat
#anakekspresidenmarcos
#unggul
#marcosjrdiunggulkan
#pestademokrasi
#insidenserangan

Tidak ada komentar